LANGIT7.ID, Jakarta - Yayasan Islam Al-Hamidiyah (YIA) Depok melakukan serah terima arsip foto dan video Almaghfurlah KH Achmad Sjaichu, selaku pendiri Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Penyelamatan arsip foto dan video tersebut dilakukan selama kurang lebih dua bulan, mulai Senin enam September hingga 22 Oktober 2022, jumlah arsip yang berhasil diselamatkan, yaitu 1.076 arsip foto terkait aktivitas dan kiprah KH Achmad Sjaichu.
Direktur YIA, Imam Susanto, mengatakan kerja sama dan proses penyerahan arsip dalam momentum Hari Santri Tahun 2022 ini dilakukan dengan penuh kesadaran. Menurut dia, allahu yarham KH Achmad Sjaichu adalah santri yang kelak menjadi salah satu pelaku sejarah bangsa Indonesia.
"Sehingga segala dokumen dan arsipnya layak menjadi milik Negara. Kami berharap dokumen dan arsip ini nantinya dapat dikelola dan ditata dengan baik oleh ANRI," katanya, dikutip Selasa (24/10/2022).
Baca Juga: Dubes RI di Tunisia: Santri Berperan Bangun Peradaban BangsaLebih lanjut, dia menyebut bahwa nantinya arsip ini juga dapat dimanfaatkan dan mudah diakses oleh pihak yang membutuhkan, terutama bagi beberapa kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga para peneliti.
“Hari Santri ini lahir karena peran para kiai, ulama, dan santri yang luar biasa memerjuangkan Republik Indonesia. Saya kira momen penyerahan arsip dari Kiai Sjaichu, menandai perjuangannya memerdekakan, memertahankan, dan membesarkan Republik Indonesia melalui Islam," ujarnya.
Sementara itu, Kepala ANRI, Imam Gunarto menjelaskan Hari Santri ini lahir karena peran para kiai, ulama, dan santri yang luar biasa memperjuangkan Republik Indonesia.
"Saya kira momen penyerahan arsip dari Kiai Sjaichu ini, menandai perjuangan beliau dalam memerdekakan, mempertahankan, dan membesarkan Republik Indonesia melalui Islam," tuturnya.
Menurut Imam, hal tersebut tergambar dari ribuan foto dan arsip yang akan diwakafkan ke ANRI kepada Republik Indonesia. Dari yang semula kekayaan arsip itu milik keluarga, kini milik kekayaan bangsa Indonesia.
Baca Juga: Toilet Umum Bisa Jadi Sumber Penyakit, Begini AntisipasinyaSelain itu, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk berkunjung dan melihat fasilitas museum, serta penggunaan arsip di Gedung Jalan Ampera dan Gajahmada.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Prof KH Oman Fathurahman menyatakan, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor Tahun 2015, para ulama dan santri memiliki peran besar dalam perjuangan merebut, memertahankan, dan mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Santri, menjadi orang yang terus belajar, kreatif, inovatif, mengikuti petuah para guru, ustaz, ustazah, kiai, bu nyai, dan selalu beradaptasi dengan berbagai perubahan zaman," kata Prof Oman.
(zhd)