LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Dewan Tafkir PP Persis, Ustaz Wildan Hasan menjelaskan, Sumpah Pemuda merupakan peristiwa besar bersejarah. Namun di balik peristiwa bersejarah itu, ada rentetan momen penting yang melahirkan Hari Sumpah Pemuda.
"Banyak pihak yang mengatakan ada peristiwa yang tidak kalah bersejarah yang jauh lebih awal, itu berdirinya Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda oleh para pelajar dan mahasiswa Indonesia," kata Ustaz Wildan dalam video akun Instagramnya, dikutip Ahad (30/10/2022).
Awalnya, lanjut dia, Perhimpunan Indonesia hanya merupakan sebuah media komunikasi dan silaturahmi biasa yang berdiri pada tahun 1908 sampai 1923. Kemudian, kehadiran Soekiman Wirjosandjojo mengubah ideologi Perhimpunan Indonesia menjadi lebih serius dalam upaya memerdekakan Indonesia.
"Jadi jauh hari sebelum Sumpah Pemuda sudah ada upaya-upaya untuk itu pula, bahkan dari para pelajar dan mahasiswa di negeri Belanda," ujarnya.
Baca Juga: TMII Gelar Fashion Show Pakaian Adat di Hari Sumpah PemudaDia mengatakan, menurut Ahmad Mansur Suryanegara, dalam bukunya 'Api Sejarah' terdapat Kongres Pemuda I pada 2 Mei 1926. Kemudian hadir Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 yang merupakan lahirnya Hari Sumpah Pemuda.
Ustaz Wildan menyebut, sebelum terlaksana kedua Kongres tersebut, ada sebuah Kongres Jong Islamieten Bond (JIB). Kongres pertama tersebut diselenggarakan di Yogyakarta pada Desember 1925.
"Jadi satu tahun sebelum Kongres Pemuda pertama, saat itu JIB memiliki anggota 1.000 lebih dengan tujuh cabang, jumlah keorganisasian pemuda pada saat itu luar biasa," ujarnya.
"Ini pertanda bahwa kehadiran JIB itu dinantikan oleh pemuda nasional khusunys oleh pemuda Islam," sambungnya.
Selanjutnya, diselenggarakan Kongres kedua JIB di Surakarta pada Desember 1926 yang mencita-citakan sebuah persatuan dan kebangsaan. Dari sinilah awal mula jejak Sumpah Pemuda yang merupakan sebuah tonggak kemerdekaan Indonesia oleh para Pemuda kala itu.
(zhd)