LANGIT7.ID, Tuban - Kondisi yang terbatas serta Pandemi Covid-19 tidak membatasi para santri dan guru dari Pesantren Hidayatush Sholihin Tuban untuk memperingati hari kemerdekaan dengan penuh khidmat. Pesantren yang terletak di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban tak ingin ketinggalan mengenang jasa para pahlawan dan mensyukuri nikmat kemerdekaan meski dalam kesederhanaan.
Baca Juga: Cinta Tanah Air ala Pesantren, Nasionalisme Mulai dari DesaKhadimul Ma'had Pesantren Hidayatush Sholihin, Gus Aam Waro' Panotogomo menyampaikan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 kali ini diperingati dengan beberapa rangkaian acara serta mengikuti protokol kesehatan.
"Pada Senin malam, 16 Agustus kami menggelar tirakatan yang berisi acara khataman dan tahlil untuk para syuhada' pahlawan kemerdekaan. Dilanjutkan dengan upaca bendera pada pagi hari 17 Agustus. Dan semua dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Gus Aam kepada Langit7.id, Rabu (18/8/2021).
Dalam acara malam tirakatan, khataman dan tahlil untuk syuhada, KH Syaifun Nasir menyebut bahwa kemerdekaan bukan hadiah, tapi buah dari jihad para syuhada.
"Malam Tirakatan ini harus kita lakukan dengan niat syukur kepada Allah SWT. Kemerdekaan tentunya bukan berupa hadiah, namun ada keringat dan darah para syuhada’ yang meyakini perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah bagian dari jihad, maka malam ini sejenak kita bermunajat dengan membacakan yasin serta tahlil yang mana kita khususkan untuk para syuhada’ tersebut," kata KH Syafiun Nasir, Senin (16/8/2021) malam.
Sementara bertindak sebagai Pembina Upacara, Gus Aam Waro' Panotogomo menyampaikan bahwa pesantren punya peran besar dalam mewujudkan kemerdekaan, sehingga para santri harus mengisi kemerdekaan dengan hal bermanfaat.
"Dalam sejarah pesantren di era perjuangan kemerdekaan tidak hanya menjadi tempat belajar, namun juga menjadi tempat pengorganisasian perlawanan terhadap penjajahan. Dalam perjuangan kemerdekaan, pekik takbir dan pekik merdeka selalu berseiringan. Saat ini insan pesantren harus andil dalam mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang bermanfaat dan bermartabat agar ni'mat tidak berubah menjadi niqmat (petaka)," terang Gus Aam saat upacara bendera, Selasa (17/8/2021).
Upacara digelar penuh khidmat meski dengan fasilitas seadanya di halaman pesantren. Sembari mengenakan sarung, para santri putra bertindak sebagai pasukan pengibar bendera bisa menjalankan tugas dengan baik.
Baca Juga: Rektor INAIFAS: Pesantren Melawan Penjajah Sebab Tak Mau Budaya Sekuler Barat Hadir di NusantaraSebagai informasi, Pondok Pesantren Hidayatush Sholihin adalah pesantren yang terletak di daerah pesisir Tuban. Pesantren ini didirikan sejak tahun 1988 oleh KH M Sholeh Nurhadi dan hingga kini masih bertindak sebagai pengasuh.
(jqf)