LANGIT7.ID, Jakarta - Shalawat Badar ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh pemerintah. Shalawat Badar dikarang oleh KH Ali Manshur Shiddiq pada 1962 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Apresiasi terhadap Shalawat Badar tertuang dalam sertifikat Nomor 2194/F4/KB.08.06/2022 tertanggal 21 Oktober 2022 yang disahkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat tersebut kepada keluarga KH Ali Manshur, diwakili putera terakhir, Saiful Islam Ali.
Dilansir NU Online, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat tersebut kepada keluarga KH Ali Manshur, diwakili putera terakhir, Saiful Islam Ali. Penyerahan ini berlangsung pada upacara Bendera Hari Santri 2022 di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (22/10/2022).
Baca juga: Ciri Khas Santri Muhammadiyah, Modern dan Jarang Pakai Sarung"Hari ini menjadi terang benderang, bahwa
Shalawat Badar yang diciptakan oleh KH Ali Manshur Shiddiq resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda," ungkap Khofifah.
Kiai Ali Mansur Banyuwangi adalah cucu dari KH. Muhammad Shiddiq Jember. Shalawat Badar digubah pada era 60-an ketika Kiai Ali Mansur menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi, sekaligus menjadi Ketua PCNU di tempat yang sama.
Dia menyusun Shalawat Badar pada 1962 pascadekrit 1959, jelang meletusnya pemberontakan PKI pada 1965. Bacaan Shalawat Badar yang dibuat oleh KH Ali pernah dibacakan di depan rombongan para habib yang dipimpin Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi. Mereka pun meneteskan air mata karena haru.
Lirik Shalawat Badar karangan KH Ali Mansur Shiddiq juga tercatat hak ciptanya di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dilindungi negara.
Baca juga: Ringkasan Khutbah Jumat: Keutamaan Bersalawat kepada RasulullahBerikut sebagian teks Shalawat Badar:
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ * عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
Shalaatullaah Salaamul laah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Thaaha* utusan Allah صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ * عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
Shalaatullaah Salaamullah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Yasin* kekasih Allah تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ * وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
Tawassalnaa Bibismi llaah Wabil Haadi Rasuulillaah Kami berwasilah dengan berkah “Basmalah”, dan dengan Nabi sang Petunjuk, lagi utusan Allah وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ * بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah Dan dengan berkah seluruh orang yang berjuang karena Allah, sebab berkahnya para sahabat yang berjuang dalam perang Badar ya Allah.(sof)