Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ciri Khas Santri Muhammadiyah, Modern dan Jarang Pakai Sarung

Muhajirin Sabtu, 22 Oktober 2022 - 08:40 WIB
Ciri Khas Santri Muhammadiyah, Modern dan Jarang Pakai Sarung
Santri Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta bersama Dubes Inggris untuk Indonesia (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Santri tidak terbatas kepada golongan atau ormas Islam tertentu. Santri bisa berasal dari berbagai afiliasi dan latar belakang. Salah satunya adalah santri yang mondok di pesantren Muhammadiyah.

Sebagian besar pesantren yang berada di bawah naungan Muhammadiyah berjenis khalaf atau modern, bukan salaf. Dari cikal-bakal pendirian, Pesantren Muhammadiyah ada yang berbentuk ‘pesantren yang ada sekolahnya’ dan ‘sekolah yang ada pesantrennya’.

Alumnus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), Ilham Ibrahim, menyebut setidaknya ada lima perbedaan santri Muhammadiyah dan santri-santri di pesantren lain.

Baca Juga: Menko PMK Dorong Perumusan Konsep Pesantren Otentik Muhammadiyah

Ilham pernah mengenyam pendidikan di tiga pesantren. Di antaranya adalah Ponpes Miftahul Ulum Muhammadiyah Cibiuk Garut, Ponpes Modern Darussalam Ciamis, dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah.

“Ketiganya relatif sama sebagaimana pesantren pada umumnya: mengajarkan kitab kuning dan hidup lingkungan di asrama. Tapi dari apa yang saya saksikan, santri Muhammadiyah dan non-Muhammadiyah punya beberapa perbedaan yang cukup khas,” kata Ilham kepada Langit7.id, Sabtu (21/10/2022).

Berdasarkan pengalaman di tiga pesantren itu, Ilham mengurai empat perbedaan santri Muhammadiyah dengan pesantren lain.

Pertama, santri Muhammadiyah tidak merayakan Hari Santri di mana tidak ada upacara atau peringatan hari santri di pesantren Muhammadiyah. Kedua, santri Muhammadiyah tidak terlalu menganggap pimpinan pesantren memiliki karomah tertentu.

Baca Juga: Perkuat Kader Faqih, Muhammadiyah Perlu Perbanyak Pesantren

“Konsekuensinya: air bekas Kiai tidak perlu diminum karena memang tidak ada keberkahan di dalamnya,” ucap Ilham.

Ketiga, hormat pada pimpinan pesantren itu sewajarnya saja. Ilham menceritakan pengalamannya saat menjadi santri di Darussalam Ciamis. Dia dan santri-santri lain biasa menunduk malu dan mencium tangan kiai ketika bersalaman.

“Tapi pas mondok di PUTM, saat saya mau mencium tangan seorang ustaz, eh malah tangannya ditarik. Katanya, gak usah berlebihan,” kata Ilham.

Keempat, santri Muhammadiyah biasanya jarang bersarung. Sarung sebenarnya busana paling khas seorang santri, tapi santri Muhammadiyah kebanyakan malah lebih nyaman pakai celana panjang.

Baca Juga: 103 Tahun Muallimin Muhammadiyah Mengkader Ulama, Pemimpin dan Pendidik

Kelima, kurang akrab dengan budaya Shalawatan. Maksudnya, Shalawat, kata Ilham, nampaknya hanya diucapkan di upacara-upacara keagamaan formal, kayak di salat, khutbah jumat, kultum. Meski begitu, tak ikut menyalahkan tradisi demikian.

“Sebenarnya masih banyak lagi perbedaan-perbedaan detail tapi itu saja yang paling mencolok perbedaannya,” tutur Ilham.

Pesantren Muhammadiyah dilengkapi dengan Madrasah Diniyah (Madin). Pelajaran Madin dipisah dari kurikulum yang dirilis pemerintah. Selain Madin, Pesantren Muhammadiyah juga dilengkapi dengan Kemuhammadiyaan, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci.

Baca Juga: Pesantren Darul Arqam Garut, Pusat Kaderisasi Ulama Muhammadiyah

Ciri lain, pesantren Muhammadiyah memiliki panti asuhan. Panti asuhan itu memberi beasiswa bukan hanya memberi beasiswa bukan hanya bagi keluarga berlatar belakang Muhammadiyah, tapi juga bagi masyarakat umum.

Selain itu, di dalam area Pesantren Muhammadiyah tidak akan ditemukan area pemakaman pendiri dan keluarga pengasuh pesantren. Itu karena durasi kepemimpinan mudir dan pengasuh bersifat sementara.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)