Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

103 Tahun Muallimin Muhammadiyah Mengkader Ulama, Pemimpin dan Pendidik

Muhajirin Rabu, 08 Desember 2021 - 20:57 WIB
103 Tahun Muallimin Muhammadiyah Mengkader Ulama, Pemimpin dan Pendidik
Gedung Pusat Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta (foto: muhammadiyah.or.id)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta sudah memasuki usia 103 tahun. Agenda milad tahun ini terlihat semarak. Meski menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap digelar.

Pada 2020 lalu, seluruh kegiatan digelar secara virtual. Tahun ini, selain virtual ada pula kegiatan offline. Semarak Milad 103 Tahun itu sudah digelar sejak 1 Desember dan puncaknya 8 Desember 2021. Beberapa kegiatan di antaranya aneka perlombaan bagi santri, guru dan karyawan, senam sehat, donor darah, bakti sosial, studium generale pendidikan, simposium dan resepsi milad.

Usia Mu’allimin sudah cukup tua menginjak 103 tahun. Maka tema milad tahun ini menekankan agar Mu’allimin bisa adaptif serta lincah dalam gerakan agar bisa terus mengikuti perkembangan serta tidak terlindas oleh zaman.

Melansir dari laman resminya, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1918 dengan nama Qismul Arqa. Pada 1920, Mu’allimin diubah menjadi Pondok Muhammadiyah, lalu menjadi ‘Kweekschool Muhammadijah pada 1924.

Baca Juga: Muhammadiyah Akan Bangun ITB di Pangandaran, Susi Pudjiastuti Dukung Penuh

Dalam Kongres Muhammadiyah 1930 di Yogyakarta berubah menjadi Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Muhammadiyah. Setahun kemudian, madrasah ini dipisah, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah khusus putra berlokasi di Ketanggungan dan Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah khusus Putri berlokasi di Kampung Notoprajan Yogyakarta.

Pada Kongres Muhammadiyah ke-23 pada 1934 di Yogyakarta, Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta menjadi sekolah kader Persyarikatan Muhammadiyah.

Lalu pada Kongres Muhammadiyah di Medan pada 1938, dua madrasah itu mendapat pengukuhan secara formal. Pada saat itu, Kongres mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pengelola dan penanggung jawab keberadaan dua madrasah ini di Yogyakarta.

Di tahun 1994, dua madrasah itu memperoleh penegasan ulang dari PP Muhammadiyah tentang Qoidah Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta.

Baca Juga: Pesantren Darul Arqam Garut, Pusat Kaderisasi Ulama Muhammadiyah

Transformasi Jadi Pondok Pesantren


Sejak saat itu, Mu’allimin terus melakukan penyesuaian program pendidikan dengan perkembangan zaman. Pada 1980, terdapat perubahan sistem pendidikan Mu’allimin yang sangat mendasar. Jika pada masa sebelumnya, asrama belum menjadi satu kesatuan sistem dengan madrasah, maka sejak tahun itu, Mu’allimin mulai menganut sistem 'long life education’.

Dengan sistem itu, sekolah dan asrama menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam proses pelaksanaan program pendidikan. Sistem itu pula yang menjadikan Mu’allimun mendapat pengakuan sebagai Pondok Pesantren dari Departemen Agama pada 1984.

Resistematisasi Kurikulum

Pada 1987, dilakukan upaya resistematisasi kurikulum Mu’allimin untuk memperkuat kurikulum pendidikan. Upaya itu bertujuan agar proses pendidikan dan pengajaran dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Dalam upaya itu, ditetapkan kebijakan menyusun paket terpadu yang menyangkut materi bidang studi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan teknik kurikulum silang (crossing curriculum), yakni memadukan materi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Departemen Agama dengan materi Mu’allimin yang merujuk kepada referensi kitab kuning.

Perpaduan Pendidikan Formal dan Informal

Dengan adanya UU Sisdiknas No.20/2003 dan Permenag No.2/2008, Mu’allimin mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan diperkaya dengan Permenag Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi lulusan dan standar isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Itu membuat banyak muatan yang harus dipejari para santri, terlebih muatan kepemimpinan dan kekaderan.

Mu’allimin lalu mengelola melalui berbagai cakupan aktivitas peserta didik yang terintegrasi yakni intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan aktivitas pembiasaan di asrama dalam kesatuan manajemen.

Hal itu dimaksudkan untuk efektifitas dan efisien. Pada sisi lain, tujuan masing-masing pemangku kepentingan bisa tercapai dengan 'Long Life Education' dimana siswa belajar secara formal dan informal dalam satu pengawasan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan