LANGIT7.ID - , Jakarta - Sebuah jembatan gantung di Gujarat, India, ambruk pada Ahad (30/10/2022) malam waktu setempat. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 134
korban tewas, yang didominasi anak-anak.
Melansir Reuters, Senin (31/10/2022), dari hasil rekaman sebelum
jembatan ambruk, menunjukkan sekelompok pemuda mencoba mengayunkan jembatan hingga mereka jatuh ke sungai setelah kabel yang menahannya putus.
Baca juga: Viral Video Jembatan Adipala Roboh Diterjang Banjir, BPBD: HoaksJembatan gantung ini dibangun di era kolonial di atas Sungai Machchhu di pusat Kota Morbi. Lokasi menjadi
destinasi wisatawan lokal untuk menikmati akhir pekan.
Diketahui, sekitar 400 orang telah membeli tiket untuk naik ke jembatan untuk merayakan festival Diwali dan Chhath Puja, kurang dari seminggu setelah bentang dibuka kembali usai
renovasi.
Robohnya jembatan gantung ini menjatuhkan orang dari ketinggian 10 meter ke dalam sungai.
"Orang-orang tergantung di jembatan setelah
kecelakaan, tetapi mereka terpeleset dan jatuh ke sungai ketika runtuh," kata Raju, seorang saksi mata.
"Saya tidak bisa tidur sepanjang malam karena saya telah membantu dalam operasi penyelamatan. Saya membawa banyak anak ke
rumah sakit."
Pejabat senior pemerintah NK Muchhar mengatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 134 orang. Sementara dari keterangan lain, lokasi air sungai yang berlumpuk menghambat penyelamatan. Diperkirakan ada korban yang terperangkap di bawah reruntuhan jembatan yang hancur.
Baca juga: Hujan Badai Terjang Sleman, Balai Pertemuan di Wisata Pengklik Prambanan AmbrukTerkait kejadian itu, pihak kepolisian akan mempidanakan pihak yang bertanggung jawab atas renovasi, pemeliharaan, dan pengelolaan jembatan. Pemerintah telah membentuk tim beranggotakan lima orang untuk menyelidiki bencana tersebut.
Menurut kepala pejabat kotamadya Morbi, Sabdeepshin Zala, Grup Oreva, pembuat peralatan listrik yang berbasis di Gujarat adalah yabg bertanggung jawab atas pemeliharaan jembatan selama 15 tahun.
"Mereka tidak memberi kami informasi apa pun bahwa mereka akan membuka kembali jembatan itu," kata Zala. "Kami belum mengeluarkan sertifikat kebugaran apa pun kepada mereka."
Anggota parlemen Partai Bharatiya Janata, Jayrajsinh Jadeja, menyalahkan Oreva karena menjual tiket tanpa batasan dan mengatakan runtuhnya jembatan karena melebihi kapasitas.
Sebelumnya jembatan dikelola oleh pemerintah kota setempat. Dalam aturannya terdahulu, pengunjung jembatan dibatasi hanya 20 orang per satu waktu.
Perdana Menteri Narendra Modi, mantan kepala menteri Gujarat, menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban.
Baca juga: Hujan Deras, Jembatan Nganggrung Turi Yogyakarta Ambrol"Dalam masa duka ini, pemerintah bersama keluarga yang ditinggalkan dalam segala hal," katanya. "Pemerintah Gujarat melakukan operasi bantuan dan penyelamatan sejak kemarin. Pemerintah pusat juga memberikan semua bantuan kepada pemerintah negara bagian."
Jembatan gantung Morbi memiliki lebar 1,25 meter dengan panjang 233 meter. Dibangun di tahun 1988, jembatan ini menghubungkan hotel warisan budaya Istana Darbargadh dan kota ketika India menjadi koloni Inggris.
Politisi oposisi mengatakan bencana itu mengungkap kurangnya pengawasan infrastruktur di negara itu.
"Tidak hanya sangat sedih atas runtuhnya jembatan di Morbi tetapi juga sangat marah. Karena itu adalah tragedi yang menunggu," Gurdeep Singh Sappal, seorang anggota partai Kongres, menulis di Twitter. "Untuk beberapa waktu sekarang, jembatan runtuh, jalan ambles, jebolnya bendungan cukup sering terjadi."
Baca juga: Jokowi: Stadion Kanjuruhan Bakal Diruntuhkan dan Dibangun Ulang(est)