Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Wujudkan Kerukunan Beragama di Indonesia, Toleransi Resep Utama

Muhajirin Rabu, 19 Januari 2022 - 14:50 WIB
Wujudkan Kerukunan Beragama di Indonesia, Toleransi Resep Utama
Ilustrasi toleransi dimulai sejak usia dini dan dibiasakan dari bangku sekolah. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Kerukunan umat beragama merupakan pilar penting menuju persatuan. Islam dengan tegas melarang umat Islam saling terpecah-belah, apalagi bermusuhan. Persatuan menjadi harga mati jika hendak mencapai puncak kejayaan. Perintah untuk bersatu termaktub dalam surah Ali Imran ayat 103 dan 105, demikian juga Al-Anfal ayat 73. Dalam sebuah hadis masyhur, Rasulullah SAW mengibaratkan persatuan seperti bangunan.

Dari Abi Musa dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, "Sungguh (sebagian) mukmin kepada (sebagian) mukmin lainnya seperti bangunan, yang menguatkan sebagian dengan sebagian lainnya." Dan beliau menyilangkan jari-jarinya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tak hanya persatuan internal umat Islam, Rasulullah SAW sudah mencontohkan tatacara hidup berdampingan dengan nonmuslim. Hubungan baik antarmanusia perlu dijaga agar tercipta masyarakat yang rukun dan harmonis saat menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam syariat Islam, hubungan antar manusia itu disebut sebagai muamalah.

Rasulullah SAW berniaga dengan nonmuslim di Madinah bahkan membantu fakir miskin dari kalangan yahudi. Para sahabat juga mencontohkan hal serupa, seperti tolerasi yang ditunjukkan Khalifah Umar bin Khattab saat berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari Romawi. Tidak ada gereja yang dihancurkan. Umat Kristen berada dalam dalam perlindungan pria berjuluk Al-Faruq itu.

Sejarah mencatat pemimpin-pemimpin Islam mempraktikkan muamalah sesuai dengan ajaran Alquran dan Sunnah. Atas dasar itu, kerukunan antarbergama bisa tercapai. Muslim dan nonmuslim bisa hidup berdampingan dengan penuh keharmonisan.

Menurut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Timur, KH Maarif Fuadi, MA, kerukunan antarberagama harus dimulai dari para tokoh agama kemudian ke seluruh lapisan masyarakat. Mereka harus memiliki komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut. Salah satu di antaranya para tokoh agama harus sigap memfilter dan menangani setiap informasi yang berpotensi mengganggu hubungan antarpemeluk suatu agama dan antarumat beragama.

Langkah sikap sangat penting untuk “menjaga dan merawat bangsa kita dari kehancuran dengan merespon dan menangani secara cepat dan tepat setiap informasi yang berpotensi menimbulkan masalah yang menggangu hubungan antarpemeluk suatu agama dan antarumat beragama,” kata Maarif kepada Langit7.id, Rabu (7/7/2021).

Selain itu, keharmonisan antarpemeluk agama yang berbeda harus ditumbuh-kembangkan. Antarpemerluk agama harus saling menghargai perbedaan dan keberagaman etnik serta budaya. Antarpemeluk agama juga harus saling pengertian, saling menghormati, saling percaya, saling tolong-menolong, saling bekerja sama, dan tidak saling menghujat.

Hal tak kalah penting adalah mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan masalah menjadi hal utama dan penting. "Ketika terjadi permasalahan diselesaikan dengan mengedepankan klarifikasi, dialog, diskusi, musyawarah dan tidak memaksakan kehendak," kata Maarif.

Maarif mengatakan, toleransi dan tenggang rasa sudah sering menjadi narasi dalam upaya mewujudkan persatuan. Hanya saja, upaya kerap berhenti pada narasi, tidak sampai pada tahap realisasi di lapangan. Padahal, toleransi adalah modal sosial untuk menciptakan persatuan bangsa.

"Toleransi kerap mengalami pasang surut sesuai dengan latar belakang bangsa Indonesia yang heterogen," ucapnya.

Dia memaparkan hasil penelitian Setara Institute for Democracy and Peace mengenai Kondisi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) di Indonesia. Dalam penelitian itu disebutkan,terdapat 24 rumah ibadah mengalami gangguan pada 2020, yakni 14 masjid, tujuh gereja, satu pura, wihara, dan klenteng.

Maarif menyebut umat Islam merupakan pihak yang paling banyak mengalami gangguan terkait rumah ibadah. Namun dia memberikan catatan, gangguan terhadap rumah ibadah umat Islam tidak hanya dilakukan umat nonmuslim, ada pula yang dilakukan oleh kelompok yang berbeda pendapat.

Selain itu, penelitian itu memaparkan, terdapat 32 kasus pelaporan penodaan agama pada masa pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh aktir non-negara. 27 di antaranya berbasis daring, karena masyarakat memiliki banyak waktu luang menggunakan media sosial pada masa pandemi.

'Pelaporan berbasis daring ini dilakukan terhadap konten yang dianggap sesat pikir, menghina tokoh agama, bermuatan kebencian, dan bercanda yang melecehkan," ucapnya.

Dari semua kasus tersebut 17 di antaranya berujung penangkapan, 10 terkena sanksi pidana berupa denda dan kurungan. Data tersebut merupakan sedikit gambaran yang menunjukkan sikap tolerasi di tengah masyarakat masih lemah.

Kendati begitu, Maarif mengungkapkan ada potret yang menunjukkan toleransi masih tetap ada di tengah masyarakat. Dia mencontohkan masjid, gereja, dan pura berdiri berdampingan. Ada pula pecalang menjaga salat Idul Fitri, umat Islam menjaga gereja pada perayaan natal, dan sebagainya.

"Oleh karena itu perlu usaha bersama untuk terus meningkatkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang harmonis," ucapnya.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)