LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jawa Barat, Haji Syuhada mengatakan, landasan pergerakan Muhammadiyah bersifat universal. Artinya tidak hanya untuk kaum muslim saja, tetapi juga non muslim bisa mendapatkan fasilitas pelayanan dari Muhammadiyah.
Hal tersebut diungkapkan dalam acara Karnaval dan Jalan Sehat: Gebyar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bertajuk Semangat Bermuktamar dalam Kegembiraan dan Optimisme' di Green Boulevard Grand Wisata, Bekasi.
"Semua agama, latar belakang sosial di Muhammadiyah memiliki pelayanan yang sama. Kita membangun universitas Muhammadiyah di Irian, Papua. Uniknya, 80 persen non muslim, tetapi kita buat dan layani itu semua," kata Haji Syuhada, kemarin (6/11/2022).
Syuhada pun menuturkan, beberapa waktu lalu Muhammadiyah turut membangun sebuah Rumah Sakit di Kota Bandung. Peresmian dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Baca Juga: Selain NU, Organisasi Kristiani Ikut Jalan Sehat Muhammadiyah"Insya Allah nanti pasiennya tidak hanya orang muslim saja, siapapun yang membutuhkan pertolongan rumah sakit tidak hanya dikhususkan untuk muslim saja," ujarnya.
Dia turut mengingatkan bahwa seluruh manusia di muka bumi harus berbuat baik tanpa pandang bulu, terlebih kepada saudara sebangsa. Ungkapan tersebut selaras dengan sabda Nabi SAW yang artinya:
"Orang-orang yang ada rasa Rahim akan dirahmati oleh Tuhan yang maha Rahman, yang memberikan berkat dan Mahatinggi. Sayangilah orang-orang yang di bumi supaya kamu disayangi pula oleh yang di langit." (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan al Hakim dari Abdullah bin Umar).
Tak sampai di situ, Haji Syuhada menuturkan bahwa Muhammadiyah memiliki hubungan yang sangat erat dengan TNI. Sebagaimana yang tertuang dalam sejarah Indonesia.
"Pada diri Muhammadiyah itu mengalir darah TNI, dan di TNI mengalir darah Muhammadiyah. Siapa itu? Itu adalah Jenderal Sudirman," jelasnya.
(zhd)