Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Praktik Zuhud dalam Islam, Kunci Sederhana Bahagia

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 09 November 2022 - 10:30 WIB
Mengenal Praktik Zuhud dalam Islam, Kunci Sederhana Bahagia
Mengenal Praktik Zuhud dalam Islam, Kunci Sederhana Bahagia. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Islam mengajarkan praktik zuhud atau tidak berlebihan dengan dunia. Hal inilah yang menjadi kunci sederhana dalam upaya mencari kebahagiaan hidup.

Motivator Muslim Indonesia, Kiki F Wijaya menyampaikan, kunci kebahagiaan hanya satu yakni sederhana. Caranya dengan tidak mencintai dunia.

"Ini yang sebenarnya menjadi rahasia hidup bahagia sekaligus salah satu dari cara untuk kita meniti jalan suluk, yakni jalan memperbaiki diri kita untuk mendekatkan kepada Allah, nah salah satu stasiunnya adalah namanya zuhud," ujar Kiki dalam kajian bertajuk Sederhana Agar Bahagia, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga: Perilaku Nabi, KH Cholil Nafis: Beliau Orang Kaya yang Zuhud

Menurut Kiki, dahulu awal-awal perkembang Islam zuhud memang diwujudkan dalam bentuk pakaian yang ekstrim dengan pakaian compang-camping, tidak terurus, tidak mandi, pakaian kumal dan lainnya.

Namun, belakangan ini para ulama tasawuf lebih berpandangan moderat. Mereka sudah berfikir bahwa tidak harus mendekatkan diri kepada Allah dengan cara seperti demikian.

"Sebab, alih-alih mendatangkan ketertarikan orang terhadap Islam, malah cara semacam itu justru membuat orang semakin jauh dari Islam itu sendiri. Maka itu, zuhud lebih tepat dimaknai demikian, yakni berada di dunia namun kemudian tidak terikat oleh dunia," katanya.

Dia lalu berkata, terdapat beberapa tokoh yang menyampaikan pendapatnya terkait zuhud. Salah satunya Ibnu Abbas, seorang mufassir pada masa awal sejarah Islam. Dia berkata zuhud berasal dari tiga kata yakni za, ha dan dal. Pertama, Za berarti tarku az-zinah, yaitu meninggalkan kemegahan dan kemewahan.

"Mungkin maksud beliau kita tidak boleh bermegah-megahan, atau berlebihan dalam memamerkan perhiasan yang kita miliki," ucapnya.

Kedua, Ha maksudnya tarku al-hawaa, yakni meninggalkan kesenangan dan hawa nafsu.

"Mungkin lebih tepat adalah bagaimana kita belajar untuk menjadi orang yang pandai mengendalikan keinginan kita. Mahatma Gandhi pernah berkata, dunia dan segala isinya ini cukup untuk menghidupi seluruh manusia, tetapi dunia dan seisinya tidak akan pernah cukup besar untuk memenuhi orang yang serakah," tuturnya Kiki.

Ketiga, Dal berarti tarku ad-dunyaa, yaitu menjauhi atau meninggalkan duniawi. Artinya dalam praktek orang yang ingin mendekatkan diri pada Allah, penting kiranya untuk membatasi diri dari dunia.

"Untuk kehidupan nyata tarku ad-dunyaa ini wujudnya adalah bagaimana kita membatasi pergaulan kita, kan sering kali sikap konsumerisme itu muncul karena pergaulan. Dan semula dia dalam lingkungan tertentu sederhana, tetapi begitu dia bertemu dengan lingkungan baru maka tiba-tiba dia berubah menjadi orang yang sangat sosialita. Hal ini tentu berlawanan dalam spirit sederhana," pungkasnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)