Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 April 2026
home masjid detail berita

4 Masjid Bersejarah Saksi Perlawanan terhadap Penjajah

Andi Muhammad Kamis, 10 November 2022 - 21:35 WIB
4 Masjid Bersejarah Saksi Perlawanan terhadap Penjajah
4 Masjid Bersejarah Saksi Perlawanan terhadap Penjajah. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam rangka memeringati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November 2022, ada empat masjid bersejarah yang menjadi tempat atau markas para pejuang dalam melawan penjajahan.

Sebelum Indonesia merdeka, masjid menjadi salah satu tempat menyusun strategi dan titik kumpulnya para pejuang. Meski demikian, hal tersebut tidak menghilangkan fungsi utama masjid sebagai tempat beribadah.

Pada era penjajahan, masjid juga menjadi tempat mengadu para pahlawan kepada Sang Khalik untuk memohon pertolongan dalam memerjuangkan kemerdekaan. Berikut empat masjid yang memiliki sejarah dalam melawan para penjajah.

Baca Juga: Materi Khutbah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana

1. Masjid Jami Matraman

Masjid yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat ini merupakan saksi bisu para pejuang dalam memerangi kejamnya penjajahan Belanda. Masjid Jami Matraman berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka.

Pada tahun 1800-an masjid ini juga menjadi markas pasukan Mataram Islam untuk memantau pergerakan pasukan Belanda. Kala itu kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang akrab dipanggil Syekh Kuro.

Syekh Kuro memili anak yakni Syekh Jafar yang merupakan penguasa Batavia pada masanya. Syekh Jaffar mendapat kabar bahwa Batavia diserang pasukan Belanda saat dirinya tengah berada di Jawa Tengah.

Syekh Jafar pun meminta bantuan kepada kerajaan Mataram untuk mengirim pasukan ke Batavia. Tepatnya dikumpulkan di satu titik yang kini dikenal sebagai Masjid Jami Matraman.

"Akhirnya sama Syekh Jafar ditempatkan di sini untuk mengintai Belanda, karena posisinya di sini kalau melihat sungai Ciliwung bagus. Jadi kalau ada musuh datang dihajar," kata Takmir Masjid Jami Matraman, Haji Syamsudin saat ditemui Langit7.id di lokasi masjid.

2. Masjid Jami Tambora

Sebagai salah satu Cagar Budaya, tentu Masjid Jami Tambora memiliki kisah sejarah panjang. Masjid yang berusia lebih dari tiga abad ini didirikan oleh dua tokoh ulama dan pahlawan Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan, KH Moestojib, dan Ki Daeng.

Pada tahun 1756, keduanya dikirim ke Batavia oleh Belanda karena menentang dan dihukum kerja paksa selama lima tahun. Awalnya, tempat ibadah yang berlokasi di Jalan Blandongan Nomor 11, Tambora, Jakarta Barat ini hanya memiliki ruang salat saja.

Sebelum sempurna seperti bangunan sekarang. Masjid ini mengalami pembangunan secara bertahap guna menyempurnakan bangunan, salah satunya dengan didirikan menara sebagai pemantau pergerakan para penjajah.

Baca Juga: Muhammadiyah Bakal Beli Gereja di Spanyol untuk Dijadikan Masjid

"Kemudian di bangun menara, konon menara tersebut digunakan untuk Kiai Moestojib dan Ki Daeng memantau VOC yang mau datang," kata Ketua DKM Masjid Jami Tambora, Ustaz Haryanto saat di wawancara Langit7.id.

"Masjid dijadikan cagar budaya karena dulu selain tempat ibadah, juga dijadikan tempat mengatur strategi untuk perang," imbuhnya.

3. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini memiliki sejarah panjang, terutama dalam melawan penjajahan. Selain sebagai sarana ibadah umat muslim, Masjid Raya Baiturrahman menjadi benteng pertempuran masyarakat Aceh ketika digempur oleh pihak Belanda pada 1873.

Pihak Belanda pun dibuat kesal lantaran Masjid Raya Baiturrahman benar-benar menjadi benteng kokoh yang sulit ditembus. Alih-alih ingin menyerbu, para kolonial Belanda itu mendapatkan serangan balik dari para pejuang setempat.

Kemudian pasukan Belanda tak punya cara lain untuk memberikan perlawanan. Akhirnya mereka membalas dengan menembakkan suar (obor) ke atap jerami masjid yang menyebabkan masjid terbakar.

Mengingat yang dibakar adalah tempat suci untuk beribadah, akhirnya pihak Belanda meminta maaf kepada warga lokal Jenderal Van Swieten. Dia pun berjanji untuk membenahi masjid tersebut.

Tepat pada 9 Oktober 1879, dimulai renovasi masjid dan selesai pada 1881. Di sisi lain, ada perbedaan pendapat berdasarkan sumber sejarah terhadap didirikannya masjid ini.

Ada yang menyebut bahwa Masjid Raya Baiturrahman didirikan pada 1612, semasa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Ada juga yang menegaskan masjid tersebut dibangun oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah pada 1292.

4. Masjid Al Mujahidin

Masjid yang berada di kampung Babakan, Desa Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat ini memiliki sejarah yang menarik. Masjid Al Mujahidin Cibarusah merupakan saksi sejarah heroik umat Islam Indonesia dalam masa penjajahan.

Tempat ibadah yang dikenal sebagai Masjid Kampung Babakan Cibarusah ini didirikan pada zaman kolonial Belanda pada bulan Juni tahun 1937.

Umat muslim yang berjuang tergabung dalam Laskar Hizbullah. Organisasi tersebut diisi oleh pemuda-pemuda Islam. Masjid Al Mujahidin pun menjadi titik kumpul Laskar Hizbullah untuk menyusun strategi untuk megusir para penjajah.

Pada area pintu utama masjid terdapat logo Laskar Hizbullah serta prasasti yang menempel pada salah satu dinding yang bertuliskan bahasa Belanda: "Herbouwd 1935/1935 Comite Masdjid".

Baca Juga: UAS: Pekerjaan dengan Niat karena Allah Akan Bernilai Ibadah

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)