Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home masjid detail berita

Materi Khutbah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana

redaksi Selasa, 08 November 2022 - 14:00 WIB
Materi Khutbah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mengimbau umat muslim di Indonesia untuk melaksanakan salat gerhana, pada waktu yang disunnahkan oleh Rasulullah Saw. Imbauan ini merujuk hasil perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat PP Persis, sehubung dengan kejadian Gerhana Bulan Total (GBT) Selasa (8/11/2022) malam.

Oleh: Ustaz Dede Ridwan

Terdapat delapan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim terkait dengan materi khutbah Rasulullah saw ketika terjadi gerhana, sebagai berikut:

1. Meluruskan keyakinan menyimpang di tengah-tengah masyarakat terkait dengan peristiwa gerhana

Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ

Artinya: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah Swt, tidak terjadi gerhana (Matahari dan Bulan) karena kematian atau kehidupan seseorang). (HR Muslim: 1499 dari A`isyah radiallahu anhu).

2. Memberi tuntunan apa yang harus dilakukan apabila terjadi gerhana. Dengan sabdanya:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَكَبِّرُوا وَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya: jika kalian melihat keduanya (gerhaa matahari/bulan) maka segeralah bertakbir, berdo`a, shalat, dan bersedekah. (HR Muslim: 1499 dari A`isyah).

Dalam riwayat Abu Musa radiallahu anhu. Ada tambahan dengan ungkapan:

فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Artinya: (jika kamu melihat keduanya) maka segeralah bergegas untuk zikir, berdo`a, dan beristighfar (memohon ampun) kepada Allah SWT. (HR Muslim 1518 dari Dari Abu Musa).

3. Diperlihatkannya sebagian perkara gha`ib kepada Nabi SAW

a. Penjelasan tentang fitnah kubur:

Rasulullah saw bersabda:

إِنِّي قَدْ رَأَيْتُكُمْ تُفْتَنُونَ فِي الْقُبُورِ كَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Artinya: sungguh aku melihat kalian diberi ujian di dalam kubur seperti fitnah dajjal.

Fitnah kubur diserupakan dengan fitnah dajjal karena ia adalah fitnah yang sangat berat dan ujian yang sangat menakutkan serta menyusahkan sehingga Nabi saw sangat serius berdo`a kepada Allah dari fitnah Almasiihiddajjal dan azab kubur. (Lihat: Syarah An-Nawawi alaa Muslim).

A`isyah ra berkata: maka setelah perkataan itu aku sering mendengar Nabi saw berlindung kepada Allah swt dari azab neraka dan azab kubur. (Muslim: 1506 dari A`isyah radiallahu anhu.

بَاب ذِكْرِ عَذَابِ الْقَبْرِ فِي صَلَاةِ الْخُسُوفِ)

Dalam riwayat dari Asma` binti Abu Bakar terdapat tambahan keterangan seperti berikut:

فَيُؤْتَى أَحَدُكُمْ فَيُقَالُ مَا عِلْمُكَ بِهَذَا الرَّجُلِ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ أَوْ الْمُوقِنُ ... فَيَقُولُ هُوَ مُحَمَّدٌ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ جَاءَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى فَأَجَبْنَا وَأَطَعْنَا ...فَيُقَالُ لَهُ نَمْ قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ إِنَّكَ لَتُؤْمِنُ بِهِ فَنَمْ صَالِحًا. وَأَمَّا الْمُنَافِقُ أَوْ الْمُرْتَابُ ... فَيَقُولُ لَا أَدْرِي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُ

Artinya: …Maka didatangkan kepada kalian lalu dikatakan kepadanya: apa pengetahuanmu tentang orang ini? Maka adapun orang yang beriman, ia menjawab: dia adalah Muhammad Rasulullah (utusan Allah),dia datang kepada kami dengan membawa penjelasan-penjelasan dan petunjuk, kamipun memenuhi seruannya dan ta`at kepadanya. Maka dikatakan kepadanya: tidurlah! Sungguh kami tahu kamu adalah orang mu`min, maka tidurlah dengan tenang. Adapun orang munafiq atau orang yang murtab/ragu. Ia berkata: aku tidak tahu, aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu dan akupun ikut mengatakannya. (HR Muslim nomor 1509. Dari Asma` binti Abu Bakar ra).

Fitnah kubur adalah pertanyaan malaikat di alam kubur kepada orang yang baru meninggal dunia, adapun pertanyaannya adalah:

 مَنْ رَبُّكَ (siapa Tuhan-mu)
 وَمَا دِينُكَ (apa Agama-mu)
 وَمَنْ نَبِيُّكَ (siapa Nabi-mu)

Apabila mayit itu semasa hidupnya beriman kepada Allah swt, mengerjakan amal salih, rajin membaca Al-Qur`an, memelajari, memahami, dan mengamalkannya, selama hidupnya ia selalu mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw dan senantiasa berbakti kepada orang tua, ia selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan, tidak berlaku curang dalam jual beli, menjauhi yang haram dan syubhat, maka ia akan mampu menjawab pertanyaan malaikat tersebut dengan mengatakan:

رَبِّيَ اللَّهُ (tuhanku adalah Allah Swt)

دِينِيَ الْإِسْلَامُ (agamaku adalah Islam)

وَنَبِيِّي مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (Nabi-Ku Adalah Muhammad saw). (HR. Ahmad : 18614Dari Al-Barra` bin Ajib ra).

Kemudian dikatakan kepadanya; lihatlah tempat tinggalmu di neraka, sungguh telah digantikan oleh Allah swt dengan tempat tinggal di surga. Maka mereka akan menjadi penghuni surga dan dijauhkan dari siksa neraka karena keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.

Lalu dikatakan kepadanya; نَمْ صَالِحًا قَدْ عَلِمْنَا إِنْ كُنْتَ لَمُؤْمِنًا (tidurlah kamu dengan tenang, sungguh kami sudah mengetahui bahwa kamu adalah benar-benar orang mu`min). maka dia akan tidur dengan tenang sebagai kenikmatan di alam kubur sampai datangnya hari berbangkit.

Adapun orang yang semasa hidupnya tidak mau beriman kepada Allah swt seperti orang munafik dan orang kafir, orang yang suka berbohong dalam ucapannya, berlaku curang dalam perbuatan, selalu memakan makanan yang syubhat dan haram, ia selalu mendurhakai kedua orang tuanya, dan mendzhalimi sesama, ia jauh dari Al-Qur`an tidak mau membaca, mempelajari dan memahami Al-Qur`an bahkan tidak mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw, maka ketika mereka ditanya di alam kubur dengan pertanyaan di atas, mereka tidak akan bisa menjawabnya, mereka hanya mengatakan:

لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ

Artinya: Aku tidak tahu, aku hanya mengatakan apa yang dikatakan oleh orang-orang (taklid). Maka dikatakan; kamu tidak tahu dan tidak mengikuti. (HR Bukhari, 1: 231).

Maka malaikat memukul mereka dengan مَطَارِقَ (martil, pemukul) yang terbuat dari besi satu kali pukulan di antara dua telinganya, sehingga saking sakitnya orang kafir dan orang munafik yang sedang diazab kubur itu akan menjerit dengan satu jeritan yang didengar oleh seluruh makhluk, kecuali manusia dan jin, tidak akan mendengar jeritan tersebut.

b. Diperlihatkan neraka

...لَقَدْ جِيءَ بِالنَّارِ وَذَلِكُمْ حِينَ رَأَيْتُمُونِي تَأَخَّرْتُ مَخَافَةَ أَنْ يُصِيبَنِي مِنْ لَفْحِهَا

Artinya: …sungguh telah didatangkan neraka kepadaku, ketika kalian melihat aku mundur, karena takut terkena hembusannya… (Muslim : 1508. Dari Jabir bin Abdillah ra).

Ada beberapa pemandangan yang sangat mengerikan yang Nabi saw lihat di dalam neraka, di antaranya Nabi saw menjelaskan:

- Melihat Shaahibul Mihjan:

رَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَ الْمِحْجَنِ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ كَانَ يَسْرِقُ الْحَاجَّ بِمِحْجَنِهِ فَإِنْ فُطِنَ لَهُ قَالَ إِنَّمَا تَعَلَّقَ بِمِحْجَنِي وَإِنْ غُفِلَ عَنْهُ ذَهَبَ بِه

Artinya: …aku melihat orang yang membawa tongkat yeng ujungnya berkeluk/bengkok yang sedang menggusur ususnya di neraka, karena dulu (di dunia) ia suka mencuri barang milik jema`ah haji dengan tongkatnya, jika korban sadar barangnya dicuri, ia berkata: sesungguhnya barangmu tergantung di tongkatku, dan jika korban tidak sadar darinya, maka ia pergi membawa barangnya.(HR Muslim 1508. Dari Jabir bin Abdillah ra).

- Melihat Shaahibatal Hirrah:

وَحَتَّى رَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَةَ الْهِرَّةِ الَّتِي رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا

Artinya: .. sampai aku melihat didalam neraka itu ada seorang wanita (ketika di dunia) dia mengurus seekor kucing, kucing tersebut ia kurung, tidak dikasih makan dan tidak dilepas untuk mencari makanan sendiri. Sampai akhirnya kucing itu mati kelaparan. (Muslim nomor 1508. Dari Jabir bin Abdillah ra).

Wanita tersebut di azab karena melakukan dosa, yaitu mengurung seekor kucing dan menyiksanya secara perlahan, yaitu tidak dikasih makan dan tidak dilepas dari kandangnya sampai kucing itu mati. Hadis ini mengisyaratkan tentang dosa kecil apabila dilakukan secara terus-menerus akan menjadi dosa besar.

Di mana dalam hadis tersebut tidak dijelaskan penyebab wanita itu masuk neraka karena kekufurannya kepada Allah swt. ini menunjukkan bahwa penyebab seseorang masuk neraka tidak hanya karena dia kufur kepada Allah swt, akan tetapi terkadang dosa kecil yang terus menerus dilakukan bisa menyebabkan seseorang masuk neraka.sebagaimana dicontohkan dalam hadis di atas.

- Melihat Amr bin Luhay:

وَرَأَيْتُ فِيهَا ابْنَ لُحَيٍّ وَهُوَ الَّذِي سَيَّبَ السَّوَائِبَ

Artinya: …dan aku melihat Amr bin Luhay di dalam neraka, dialah orang pertama yang mengadakan Saaibah (hewan hidup yang dipersembahkan untuk berhala). (An Nasa`i:1455. Dari A`isyah ra.)

Amr bin Luhay adalah orang pertama yang mengajarkan masyarakat Arab Mekah untuk menyembah patung. Bermula dari perjalanannya ke negeri Syam, ia menjumpai kaum Amalik yang sedang menyembah patung, kemudian ia meminta salah satu patung yang mereka sembah yang bermana patung Hubal. Lalu ia membawanya ke Mekah dan menyerukan orang-orang untuk menyembahnya. Orang-orang pun menurutinya, karena ia adalah seorang tokoh yang disegani dan didengar perkataannya oleh masyarakat kala itu.

Saking bodohnya orang jahiliyah pada masa itu, bahkan batu besar yang biasa digunakan untuk berdiri untuk menumbuk dan membuat adonan roti pun mereka sembah. Ceritanya ketika ada seorang lelaki dari kabilah Tsaqif yang biasa memanfaatkan batu besar itu untuk membuat adonan roti meninggal dunia, Amr bin Luhay berkata kepada mereka: Sesungguhnya ia belum mati, tetapi ia masuk ke dalam batu besar ini. Kemudian ia memerintahkan orang-orang untuk menyembahnya. Batu itu diberi nama Latta. (Hiburan orang-orang shalih, 101 Kisah segar… Pustaka Arafah cet 1).

Dalam khutbah gerhananya beliau menjelaskan salah satu kesesatan yang pernah dilakukan oleh Amr bin Luhay diantaranya dalam perbid`ahan yang ia buat berkaitan dengan Syari`at Saaibah (unta betina yang dibiarkan pergi kemana saja lantaran suatu nazar, lihat: Al-Ma`idah:103) di mana syari`at tersebut tidak pernah ada dan tidak pernah diajarkan dalam ajaran Islam pada masa Nabi Ibrahim as.

- Melihat kebanyakan penghuni neraka adalah wanita

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ قَالُوا بِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُفْرِهِنَّ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ بِكُفْرِ الْعَشِيرِ وَبِكُفْرِ الْإِحْسَانِ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Artinya: Aku melihat neraka dan aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini sebelumnya, aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Para sahabat bertanya: kenapa demikian wahai Rasulullah? Beliau menjawab: karena kekufuran mereka. ditanyakan: apakah mereka kufur kepada Allah ? beliau menjawab: karena kufur kepada suami dan kepada kebaikannya. Seandainya kamu berbuat baik kepada mereka selama satu masa (sepanjang hidup suami) Kemudian ia melihat ada sesuatu (kekurangan darimu), ia berkata: aku tidak pernah melihat ada kebaikan sedikitpun darimu. (HR. Muslim: 1512 dari Ibnu Abbas ra.)

Ketika diperlihatkan neraka kepada Nabi saw, beliau melihat pemandangan yang sangat ngeri dan menakutkan. Sampai-sampai beliau berkata:

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَلَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا
Artinya: Wahai umat Muhammad! Demi Allah seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian akan lebih banyak menangis dan sedikit tertawa. (HR Muslim nomor 1499 dari A`isyah ra).

Hadis di atas adalah salah satu mu`jizat Nabi Muhammad saw. dimana Allah memperlihatkan sebagian perkara ghaib kepada Nabi dan Rasul-Nya yang tidak akan Ia perlihatkan kepada selain Nabi dan Rasul utusan-Nya. Karena Allah swt tidak akan memperlihatkan urusan-urusan ghaib, kecuali kepada sebagian Rasul-Nya yang ia ridhai. (Lihat: QS. Al-Jin: 26-27)

c. Diperlihatkan surga:

إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتْ الدُّنْيَا

Artinya: sungguh aku melihat surga, aku bermaksud memetik salah satu buah-buahan di surga. (tapi tidak diizinkan) seandainya aku diizinkan mengambilnya, pasti kalian akan memakannya Selama dunia masih tersisa (maksudnya makanan surga bersifat baqo/kekal. Tidak seperti makanan dunia yang bersifat fana/rusak (HR. Muslim: 1512 dari Ibnu Abbas ra.)

Dikatakan bahwa seandainya orang-orang melihat buah surga itu, maka pasti keimanan mereka bukan kepada perkara yang ghaib, tetapi kepada perkara yang tampak. Maka dihawatirkan pintu taubat akan diangkat, sehingga keimanan seseorang sudah tidak berguna lagi. Karena surga adalah balasan untuk amal-amal shaleh (yang dilakukan selama hidup di dunia) dan balasan itu tidak diperoleh kecuali di akhirat. (Fathul Bary: 4/993)

4. Menjelaskan salah satu sifat Allah Swt:

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ إِنْ مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرَ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ

Artinya: Hai umat Muhammad, tidak seorangpun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina… (HR. Muslim: 1499 dari A`isyah ra).

Tidak ada seorangpun yang mencegah dari perbuatan maksiat dan lebih benci kepadanya daripada Allah Swt. (Syarah An-Nawawi Alaa Muslim: 3/308).

Allah swt membenci perbuatan maksiat dan melarang hamba-hamba-Nya berbuat maksiat. Maka orang beriman akan selalu membenci setiap perkara yang dibenci oleh Allah swt begitu juga sebaliknya.

5. Menumbuhkan rasa Khauf/takut kepada Allah Swt

..وَلَكِنَّهُمَا مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ كُسُوفًا فَاذْكُرُوا اللَّهَ حَتَّى يَنْجَلِيَا
Artinya: … akan tetapi keduanya (gerhana matahari dan bulan) adalah diantara tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengan kedua (fenomena) itu Allah menakut-nakuti hamba-Nya. Maka jika kalian melihat gerhana, segeralah berzikir kepada Allah sampai kembali terang. (Muslim : 1504. Dari A`isyah ra).

Catatan: Terdapat tambahan, masih dalam riwayat Muslim (2/90. بَابُ صَلَاةِ الْكُسُوفِ) bahwa diakhir khutbahnya Nabi saw mengangkat kedua tangannya ( رَفَعَ يَدَيْهِ) dan berkata: اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ (Yaa Allah! apakah Aku sudah menyampaikan (Risalah-Mu).

Bidang Pendidikan PC Pemuda Persis Margaasih

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)