Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home masjid detail berita

Lusa Terjadi Gerhana Bulan Total, Begini Tata Cara Shalat Khusuf

esti setiyowati Jum'at, 05 September 2025 - 17:00 WIB
Lusa Terjadi Gerhana Bulan Total, Begini Tata Cara Shalat Khusuf
Lusa Terjadi Gerhana Bulan Total, Begini Tata Cara Shalat Khusuf. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Gerhana Bulan total atau blood moon diperkirakan akan terjadi pada Ahad, 7 September 2025, bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1477 Hijriah.

Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melakukkan shalat gerhana (shalat khusuf).

Gerhana bulan akan dimulai dengan fase sebagian pada Ahad malam pukul 23.27 WIB, 00.27 WITA, dan 01.27 WIT.

Baca juga: Panduan dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Fase awal total diperkirakan terjadi pada pukul 00.31 WIB, 01.31 WITA, dan 02.31 WIT. Sementara puncak gerhana diperkirakan berlangsung pada pukul 01.11 WIB, 02.11 WITA, dan 03.11 WIT.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad berharap umat Islam dapat menjadikan fenomena langit ini sebagai refleksi spiritual dengan memulai shalat gerhana sejak fase sebagian.

“Umat Islam dapat mengambil hikmah sekaligus memperkuat ukhuwah dengan melaksanakan ibadah berjemaah, khususnya Salat Khusuf di masjid atau musala terdekat,” kata Abu Rokhmad dalam keterangannya, dikutip Jumat (5/9/2025).

Selain itu, ia mengimbau umat Islam untuk memperbanyak zikir, istigfar, dan doa bersama untuk keamanan dan keselamatan bangsa saat momentum gerhana Bulan.

Tata Cara Shalat Gerhana

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2002), halaman 108 menjelaskan, hukum melaksanakan shalat khusuf ini adalah sunnah muakkadah alias sunnah yang sangat dianjurkan.

Baca juga: Ada Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023, Begini Tata Cara Shalat Gerhana

Pelaksanaannya pun tidak jauh berbeda dengan gerakan shalat sunnah pada umumnya.

Syekh Nawawi menjelaskan, shalat gerhana memiliki tiga tingkatan. Pertama adalah paling minimal, yaitu dua rakaat sebagaimana shalat sunnah Zuhur. Kedua adalah tingkat pertengahan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud.

Ketiga adalah tingkatan sempurna, yaitu setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat-surat panjang sesuai kemampuan, misalnya Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma’idah atau seukuran itu.

Rukuk dan sujudnya pun dilakukan sesuai panjang bacaan surat tersebut.

Berikut tata cara melaksanakan shalat khusuf tingkat pertengahan, dikutip dari laman Kemenag.

1. Niat shalat gerhana yang dibarengi dengan takbiratul ihram. Adapun lafal niatnya adalah sebagaimana berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

Baca juga: Ini Panduan Penyelenggaraan Shalat Gerhana saat Pandemi

2. Membaca doa Iftitah.
3. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
4. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).
5. Rukuk pertama (lama).
6. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
7. Membaca surat Al-Fatihah kembali.
8. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.
9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
10. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
11. Sujud pertama.
12. Duduk di antara dua sujud.
13. Sujud kedua.

Selanjutnya berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dan tata caranya pun sama sebagaimana pada rakaat pertama. Hanya saja, bacaan suratnya lebih pendek daripada bacaan surat pada rakaat pertama. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)