Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Wudhu hingga Berdoa, Yuk Lakukan Amalan Ini Saat Turun Hujan

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 16 November 2022 - 14:29 WIB
Wudhu hingga Berdoa, Yuk Lakukan Amalan Ini Saat Turun Hujan
Ilustrasi hujan turun. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Hujan merupakan rahmat yang diturunkan oleh Allah Ta'alaa kepada hambanya. Sangat mudah bagi Allah untuk menurunkan dan menghentikan hujan.

Bagi umat Islam, dianjurkan untuk melakukan beberapa amalan dalam menyikapi hujan agar menjadi berkah. Berikut amalan-amalan yang dianjurkan Rasulullah saat turun hujan.

Baca juga: Amalan Terampuh Penghapus Dosa, Bisa Masuk Surga Tanpa Hisab


1. Bersyukur


Hujan merupakan rahmat dari Allah SWT, karena itu wajib bagi umat Islam selalu mengucapkan syukur. Sebagaimana sabda Rasulullah berdasarkan hadits Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً »

"Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, 'Allahumma shoyyiban nafi’an' (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat)."


2. Mengambil berkah


Selain mengucapkan rasa syukurnya, Rasulullah SAW juga mengambil berkah saat turun hujan. Sebagaimana dikatakan, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa,

"Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?' Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan'."


3. Dianjurkan berwudhu


Kemudian amalan lain yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam saat hujan turun yakni berwudhu menggunakan air hujan tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul A’Shom, Ustaz Abu Kahfi mengatakan berwudhu dengan air hujan sangat sah.

"Berwudhu dengan air hujan sangat sah, bahkan ada riwayat Sayyidina Ali mengatakan air hujan turunan pertama itu adalah obat. Misal sudah lama kemarau terus turun hujan pertama kali, itu obat," ujar Ustaz Abu Kahfi kepada Langit7, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: 3 Amalan yang Tak Pernah Ditinggalkan Rasulullah SAW


4. Tidak mencela hujan


Beberapa orang terkadang suka mencela hujan karena menganggap itu dapat menghalangi mereka dalam berkegiatan. Padahal mereka tidak tahu bahwa hal itu larangan Rasulullah SAW.

"Yang paling urgen, jangan mencercah ketika turun hujan," imbuh Ustaz Abu Kahfi.

Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat Qaaf ayat 18, Allah berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya, "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf: 18).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,

لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ

Artinya, "Janganlah kamu mencaci maki angin." (HR. Tirmidzi no. 2252, dari Abu Ka’ab).

5. Berdoa setelah hujan turun


Umat muslim dianjurkan untuk berdoa setiap menjalani aktivitas, termasuk saat turun hujan. Tak hanya ketika hujan turun, berdoa juga disunnahkan setelahnya.

"Salah satu hadist Nabi mengatakan waktu makbul doa salah satunya adalah ketika hujan. Ini perlu untuk dicamkan, terkadang kita kesal kalau hujan karena tidak bisa pergi. Kalau orang beriman menyikapi hujan seperti datangnya rahmat Allah. Makanya, banyak-banyak berzikir pada waktu hujan lebih bagus," tandas Ustaz Abu Khafi.

Baca juga: Amalan Dzikir Luar Biasa, Dibaca saat Terbangun Tengah Malam

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya.

Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, "Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?" Kemudian mereka mengatakan, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui". Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ

اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ

مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ»

Artinya, "Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang."

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)