Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home home & garden detail berita

Rumah Unik Baba Boentjit, Ratusan Tahun Berdiri di Tepi Sungai Musi

rio adi pratama Kamis, 19 Agustus 2021 - 15:18 WIB
Rumah Unik Baba Boentjit, Ratusan Tahun Berdiri di Tepi Sungai Musi
Rumah Baba Boentjit di Tepi Sungai Musi, Palembang Foto: Ist
LANGIT7.ID, Palembang - Palembang bukan hanya kota dengan kuliner yang lezat dan nikmat. Banyak destinasi wisata yang unik dan menarik untuk dikunjungi di sini.

Salah satunya adalah Rumah Baba Boentjit yang berlokasi di Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Kota Palembang. Baba Oeng Boentjit sendiri adalah seorang saudagar yang sangat terkenal pada masanya.

Daya tarik utama yakni suasana rumah yang berusia 300 tahun yang masih berdiri kokoh di tepian Sungai Musi. Di sana, Sahabat Langit7 pun akan diajak mencermati keindahan ornamen Tiongkok hingga ukiran khas Kota Palembang dan keindahan Sungai Musi tentunya.

Arsitektur kental sentuhan ChIna terlihat dari desain bangunan. Sementara atap rumah berbentuk seperti limas layaknya rumah khas provinsi Sumatera Selatan.

Untuk pembagian ruang, rumah ini menggunakan pola khas hunian Nusantara berbudaya timur, yakni menyediakan ruang tamu luas bagi sekaligus untuk menggelar acara sewaktu-waktu dan ruang privat terpisah bagi penghuni.

Ada tiga area utama yang ada dalam rumah, bagian depan untuk menerima tamu, lalu di bagian belakang sebagai tempat kediaman si empunya rumah.
Rumah Unik Baba Boentjit, Ratusan Tahun Berdiri di Tepi Sungai Musi(Interior Rumah Baba Boentjit foto: Langit7.id/rio adi pratama)
Bagi yang mengunjungi destinasi wisata itu bisa menyeberang dari dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) menggunakan speedboat atau perahu kecil, biasa disebut gethek oleh masyarakat setempat. Hanya perlu Rp10 ribu per orang untuk sekali menyebrang.

Dalam perjalanan menuju ke lokasi, Sahabat Langit7 juga akan disuguhkan pemandangan yang indah. Mulai dari Jembatan Ampera, Kampung Warna Musi Bercorak hingga Jembatan Musi IV dan Musi VI yang berdiri megah.

Sekira lima menit perjalanan, pengunjung akan sampai di rumah pedagang terkenal tempo dulu yang kaya akan nilai budaya lokal tersebut. Rumah itu sendiri dibuka untuk umum dari pukul 10.00 sampai pukul 18.00 WIB.

Pengunjung nanti akan mendapat cerita sejarah rumah dari Bu Ani. Wanita berusia 47 tahun ini adalah keturunan ke-8 dari Oeng Boentjit yang kini merawat rumah tersebut.

“Rumah Ong Boentjit ini berbentuk rumah khas Palembang dengan interior dan ornamen Tiongkok. Jadi, pengunjung yang datang ke sini dapat menikmati pesona ornamen-ornamen dan sejarah dari rumah yang sudah berusia sekitar 300 tahunan ini,” tutup dia.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)