LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,
Haedar Nashir, mengatakan calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) yang akan maju pada Pemilu 2024 harus memahami konstitusi dan sejarah bangsa. Hal tersebut menjadi salah satu yang disorot Muhammadiyah.
Menurut Haedar, Pemilu tak sekadar kontestasi politik, melainkan proses transformasi kebangsaan. Penting bagi
capres dan cawapres untuk memahami secara mendalam konstitusi serta sejarah bangsa.
"Mereka harus secara kolektif membuka lagi lembaran konstitusi kita dan sejarah bangsa agar betul-betul paham bahwa bahtera Indonesia ini bukan hanya soal kemenangan politik. Bukan hanya soal demokratisasi, tetapi nilai-nilai, cita-cita kebangsaan yang diletakkan para pendiri bangsa," kata Haedar di Yogyakarta, dikutip Kamis (17/11/2022).
Baca Juga: Ogah Buru-buru Usung Capres, PDIP Pilih Siapkan Desain Masa DepanHaedar akan mengajak para capres dan cawapres untuk memahami sejarah serta fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Kalau tidak, nanti akan terjadi dislokasi politik. Mereka yang ingin meraih kekuasaan lupa fondasi kita sebagai bangsa," ujarnya.
Selain itu, Haedar menilai capres dan cawapres juga perlu memahami serta mempraktikkan sila keempat Pancasila. Menurutnya, demokrasi, pemilu, serta kontestasi politik, baik yang menang maupun kalah harus berpolitik dengan berbasis pada kerakyatan serta bijaksana dalam bermusyawarah.
"Setelah (capres) menang kan harus bermusyawarah, bukan hanya soal bagi-bagi kekuasaan. Tapi Indonesia nanti mau dibawa ke mana?," ucapnya.
Lebih lanjut, Haedar meyakini mereka yang maju pada
Pemilu 2024 mendatang memiliki niat baik dalam mengikuti kontestasi politik. "Kami percaya dari ribuan calon anggota DPR, sejumlah capres dan cawapres, punya itikad serta visi yang baik. Akan tetapi yang diperlukan adalah penyamaan dalam konteks keindonesiaan yang lebih besar," tutur Haedar. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Ratusan Kader Perempuan Gerindra Cilacap Siap Menangkan Prabowo
PDIP Minta Muhammadiyah Siapkan Kader untuk Maju dalam Pemilu(gar)