LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 sektor
bisnis yang diprediksi mampu bertahan di tengah
resesi 2023. Shifting usaha dengan memilih salah satu dari keempatnya bisa jadi solusi bisnis.
Resesi adalah kondisi lesunya
perekonomian yang melanda negara. Akibatnya daya beli masyarakat menurun, dan berimbas pada penurunan pendapatan perusahaan dan mengancam arus kas.
Ada 4 sektor bisnis yang tak terlalu terdampak, bahkan diprediksi mampu bertahan di tengah
resesi. Mengutip kanal YouTube Dr. Indrawan Nugroho, berikut ulasannya:
Baca Juga: Cara Bisnis Online Sesuai Syariah agar Terhindar dari Penipuan1. KosmetikIndustri kosmetika atau perawatan tubuh disebut sebagai sektor usaha yang mampu bertahan di tengah resesi. Sebab banyak orang tidak terlalu peduli dengan krisis ekonomi, tapi peduli akan penampilan fisiknya.
"Saat krisis pandemi juga terjadi peningkatan tren produk skincare. Bahkan, tren itu masih terjadi hingga sekarang. Sehingga diprediksi sektor industri kosmetika akan tetap bertahan saat pandemi," ujarnya, dikutip Jumat (18/11/2022).
2. AICloud computing yang berkenaan dengan kecerdasan buatan (AI), juga disebut sebagai sektor yang mampu bertahan di tengah resesi.
"Apalagi ke depan akan dilakukan percepatan adaptasi perusahaan tradisional dengan menggunakan dukungan sistem digital," katanya.
3. KonsultanAda beberapa konsultan yang jasanya akan banyak digunakan masyarakat. Di antaranya seperti konsultan keuangan dan konsultan kesehatan.
Konsultasi atau perencanaan keuangan, khususnya urusan keuangan rumah tangga diprediksi akan banyak digunakan masyarakat. Apalagi, resesi ekonomi berkenaan langsung dengan keuangan.
"Sementara konsultan kesehatan mental juga diprediksi akan menguat karena memang banyak pekerja yang stres. Selain akibat tekanan pekerjaan juga kemungkinan PHK saat resesi," ujarnya.
4. FnBSektor usaha makanan dan minuman (FnB) disebut sebagai sektor yang resistan terhadap krisis. Apalagi sektor usaha ini berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia.
"Terlepas apapun sektor usaha Anda, cobalah untuk mengelola bisnis sebaik mungkin, terutama di masa-masa tidak menentu seperti resesi. Harapannya bisa terlepas dari kesulitan ekonomi," tambahnya.
(bal)