LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan, pemilihan kepemimpinan 'Aisyiyah menjadi siklus yang harus didinamisasi. Hal ini mengacu pada ketentuan organisasi bahwa setiap periode harus ada proses kepemimpinan yang ditetapkan.
Menurut Noordjannah, hal tersebut juga menjadi siklus organisasi yang ditujukan untuk kepentingan
'Aisyiyah ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan yang luar biasa untuk mencerahkan peradaban.
"Aisyiyah terus menguatkan perempuan untuk berkhidmat atas nama ridha ilahi, ikhlas, memahami ideologi persyarikatan secara kuat, memiliki relasi dan berwawasan luas, sebagai hal yang harus diteguhkan pada pemilihan kepemimpinan," kata Noordjannah dalam keterangannya Jum'at (18/11/2022).
Baca juga: Berpeluang Jadi Ketum Muhammadiyah, Anwar Abbas: Biar Tuhan yang Menentukan Lebih lanjut, Noordjannah menuturkan, proses pemilihan dalam
Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini semua santai saja, karena semua hadir untuk berkhidmat.
"Datang dengan tenang dan kegembiraan, kembali juga dengan tenang dan kegembiraan,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga berpesan agar proses pemilihan yang demikian dapat menjadi tradisi, karena semua yang hadir memang sebagai penggerak yang jiwanya adalah jiwa ikhlas pengkhidmatan.
Noordjannah menambahkan bahwa kepemimpinan
‘Aisyiyah ke depan di semua tingkatan, hendaknya lebih menguatkan pada ikhtiar kebersamaan, keistiqomahan, dan pemahaman ideologi yang sangat kuat.
Baca juga: 39 Calon Anggota Tetap PP Muhammadiyah Terpilih, Anwar Abbas Raih Suara Tertinggi"Inilah cara ‘Aisyiyah menguatkan organisasi sesuai dengan visi dan kultur yang selama ini dimiliki," tegasnya.
(sof)