LANGIT7.ID, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Widyastuti menyampaikan peningkatan kasus Covid-19 di Ibu Kota diperkirakan salah satunya karena varian baru Covid-19 subvarian XXB.
Mengingat hal itu, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, dengan menerapkan protokol kesehatan meski status Pemberlakuan pembatasa kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta level satu.
Selain itu, Dinkes DKI juga mengimbau masyarakat untuk melindung diri agar terhindar dari virus corona, dengan melakukan vaksinasi penguat atau booster di Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Jakarta.
Baca juga: Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Badan Publik Informatif 2022 "Kita berharap bagi warga DKI Jakarta untuk disegerakan melakukan vaksin booster di Faskes yang tersebar di Jakarta. Dan untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua, masyarakat Ibu Kota sudah melakukan vaksinasi tersebut," kata Widyastuti Rabu (23/11/2022).
Menurutnya, vaksinasi untuk dosis pertama dan kedua dilakukan atas kolaborasi berbagai pihak, sehingga DKI aman dengan cakupan yang baik. Akan tetapi kata Widyastuti, untuk yang booster perlu ditingkatkan karena masih di angka 70 persen.
Widyastuti mengungkapkan, selain melakukan vaksinasi masyarakat diharapkan menerapkan protokol kesehatan. "Kami tetap mengimbau protokol kesehatan tetap dijaga, memakai masker terutama di tempat tertutup," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, kasus aktif Covid-19 di Jakarta yang dirawat sebanyak 23.614 kasus. Kemudian kasus sembuh mencapai 1.459.200 sejak awal kemunculan Covid-19.
Baca juga: Kemenag Segera Perbaiki Tempat Ibadah dan KUA Pascagempa di CianjurBerdasarkan data Kementerian Kesehatan, total jumlah orang yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis pertama di Jakarta hingga 22 November 2022 mencapai 12.692.560 orang.
Dosis kedua mencapai 10.831.326 orang dan dosis ketiga mencapai 5.205.596 orang. Untuk jumlah orang yang divaksin dosis tiga (booster) per hari sebanyak 3.900 orang.
(sof)