LANGIT7.ID, Jakarta -
Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang Kab. Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022). Gempa susulan masih terus terjadi. Bahkan, hingga Rabu malam (23/11/2022), terjadi 4 gempa susulan yakni magnitudo 2,4 pada pukul 11.01 WIB, magnitudo 3,9 pada 11.41 WIB, magnitudo 2,8 pada 12.08 WIB, magnitudo 3,5 pada pukul 18.49 WIB.
Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Anggri Setiawan, mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah memiliki upaya mitigasi bencana atau alat deteksi gempa untuk memprediksi gempa. Salah satu yang paling intens adalah upaya deteksi potensi gempa di Sesar Lembang dan Sesar Sumatera.
“Hal ini bisa dilakukan dengan menghitung seberapa cepat pergerakan bidang patahan atau sesar dengan acuan bahwa gempa merupakan siklus, karena jika pernah terjadi saat ini, pasti pernah terjadi di masa lalu dan akan terjadi di masa depan,” katanya di laman resmi UGM, dikutip Rabu (23/11/2022).
Baca Juga: Muhammadiyah Terjunkan Tim Medis Bantu Korban Gempa Cianjur
Maka itu, kata dia, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemetaan. Itu untuk mengidentifikasi secara spasial keberadaan sesar pada suatu daerah. Jika sudah teridentifikasi, masing-masing sesar perlu diestimasi rata-rata kecepatan pergerakannya.
“Dengan data inilah, kita bisa tahu mana sesar yang masih aktif dan tidak serta mana yang paling berpotensi untuk gempa di masa depan,” ucap Anggri.
Meski begitu, metode itu tidak sepenuhnya akurat, karena aktivitas alam sangat dinamis. Namun, dengan adanya data dasar, setidaknya bisa dijadikan acuan terbaik untuk skenario mitigasi di masa depan. Namun, yang tak kalah penting adalah setiap kejadian gempa besar selalu diikuti gempa-gempa susulan dengan skala yang relatif lebih kecil.
"Walaupun lebih kecil tetap harus waspada,” ujar Anggri.
Fokus Mendesak Saat iniAnggri menilai, peran BNPB dan BPBD sangat diperlukan dalam menangani korban dan penyintas gempa pada kondisi tanggap darurat saat ini.
Dia menilai, badan penanggulangan bencana harus melakukan kaji cepat ke seluruh wilayah terdampak untuk pemetaan kebutuhan pengungsi secara menyeluruh. Para korban harus diberikan prioritas penanganan agar mendapatkan tempat yang aman, baik di tenda darurat ataupun lokasi pengungsian.
Baca Juga: BMKG: Intensitas Gempa Susulan di Cianjur Terus Melandai
“Setiap bencana dan dampak yang ditimbulkan memerlukan waktu penanganan yang berbeda, umumnya mengacu kepada penyediaan bahan logistik tanggap darurat dan melihat perkembangan situasinya,” kata Anggri.
Dia juga meminta BNPB mengevakuasi warga yang tinggal di lereng curam. Ini karena gempa susulan bisa memicu tanah sekitar tidak stabil sehingga terjadi longsor. Apalagi, jika ditambah dengan hujan lebat.
“Saya kira perlu dilakukan evakuasi warga untuk daerah-daerah yang berdekatan dengan tebing tinggi,” kata Anggri.
(jqf)