LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagai negara dengan populasi umat Islam terbanyak di dunia, Indonesia memiliki sederet masjid bersejarah sebagai saksi penyebaran agama Islam di Nusantara. Salah satunya yakni Masjid Agung Sunan Ampel yang berdiri sejak 1421.
Melansir Dunia Masjid, Masjid Sunan Ampel menjadi salah satu wisata religi paling diminati. Selama Ramadhan, jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa yang rata-rata mencapai 2.000 orang.
Dari segi arsitektur, masjid bersejarah ini memadukan gaya Jawa kuno dan Arab. Pada bagian ruang salat, tiang-tiang penyangga dan langit-langit masih memertahankan gaya klasik dengan menggunakan kayu jati yang didatangkan dari wilayah Jawa Timur.
Baca Juga: Hukum Membuka Tali Kafan Jenazah saat Proses PemakamanNama Masjid Sunan Ampel diambil dari sang penggagas, yakni Raden Muhammad Ali Rahmatullah atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Ampel. Pada abad ke-15 Masehi, Sunan Ampel mensyiarkan agama Islam di Jawa yang kala itu mayoritas masyarakat memeluk agama Hindu dan Budha.
Sunan Ampel adalah salah satu wali songo yang berjasa menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Berdasarkan jejak sejarah, sosok Sunan Ampel memiliki garis keturunan dari Ibrahim Asmarakandi yang merupakan salah satu Raja Champa yang yang kemudian menetap di Tuban, Jawa Timur.
Pada tahun 1972, Pemerintah Kota Surabaya menetapkan Masjid Agung Sunan Ampel sebagai tempat wisata religi. Masjid berusia 601 tahun ini dibangun di atas sebidang tanah seluas 120x180 meter persegi.
Baca Juga: Ansu Fati: Keyakinan pada Islam Membawa Kesembuhan(zhd)