LANGIT7.ID - , Jakarta - Penyerang andalan klub FC Barcelona
Ansu Fati mengungkapkan bahwa keimanaan dan
keyakinan pada Islam, membantu dirinya dalam menyembuhkan cedera.
Fati, penyerang tim nasional Spanyol di
Piala Dunia 2022, sempat mengalami cedera serius di tahun 2019. Insiden itu terjadi sebelumnya debut dirinya dengan FC Barcelona.
Baca juga: Kisah Nasser Jaber, Donasikan 6.000 Makanan Halal untuk Imigran di Amerika Serikat“Di tahun 2019, ketika sebelum melakukan debut dengan FC Barcelona, saya mengalami cedera yang sangat serius. Selama penyembuhan saya selalu menyertakan doa dan yakin terhadap keimanan yang saya miliki” kata Fati, dilansir dari Trends Wide, Rabu (23/11/2022).
“Ayah saya sudah membantu banyak hal dalam mencapai mimpi yang saya inginkan. Oleh karena itu saya tidak mau mengecewakannya dan saya datang ke klub ini (FC Barcelona) untuk memenangkan banyak hal.” lanjut pemain yang mendapat kewarganegaraan Spanyol melalui naturalisasi itu.
Fati dibesarkan oleh keluarga yang taat agama, Islam, dan percaya akan rencana yang sudah disiapkan oleh Sang Pencipta.
“Keluarga saya sangat percaya pekerjaan yang disertai dengan restu Tuhan akan memberikan keberkahaan. Maka ketika saya mengalami cedera serius, saya beribadah dan berdoa untuk meminta kesembuhan serta kesehatan seluruh anggota keluarga saya.” ungkap pemuda kelahiran Guinnea-Bissau ini.
Baca juga: Abdur Rahman Blauvelt Dirikan Crowdfunding Muslim karena Ikuti Kata HatiFati mengaku, dirinya memiliki keluarga yang solid. Sehingga saat dirinya tertimpa masalah seperti cedera yang dialami, maka keluarganya pun akan merasakan penderitaannya.
“Saya dan keluarga sangatlah dekat. Ketika salah satu anggota keluarga kami mendapati masalah atau sedang menderita, maka kita akan merasakan hal itu juga. Mereka semua merupakan penyemangat utama bagi saya, tanpa mereka saya tidak akan mencapai semua ini.” imbuh pesepak bola kelahiran 31 Oktober 2002 itu.
Berbicara alasan kedatangannya ke Negeri Matador, saat itu Fati bersama saudara laki-lakinya bermaksud mengunjungi sang ayah yang bekerja di negara tersebut.
“Ketika itu saya berumur 7 tahun. Saya datang ke negara ini (Spanyol) untuk mengejar mimpi saya sebagai pemain sepak bola. Dan saya berterima kasih kepada Ayah dan Ibu yang telah membantu dan mendukung saya pada saat itu,” ucap Fati.
Selama beradaptasi dan mengejar mimpi sebagai pesepak bola di Spanyol, terkadang Fati merasakan rindu pada kampung halaman. Namun, kerinduan tersebut harus ditepis demi mengejar mimpi besarnya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Atlet Mo Farah, Sempat Dijual Sebagai ART di Inggris"Saya terkadang rindu dengan tempat itu, namun di sisi lain saya belum bisa kembali ke sana. Saya bertekad untuk membantu anak-anak di mana saya berasal, khususnya di bidang pendidikan.” tutup anak dari Bori Fati dan Lurdes Fati.
(est)