Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home masjid detail berita

Masjid Cut Meutia, Bangunan Klasik Cagar Budaya Bekas Belanda

hasanah syakim Senin, 28 November 2022 - 05:00 WIB
Masjid Cut Meutia, Bangunan Klasik Cagar Budaya Bekas Belanda
Masjid Cut Meutia, Jakarta (foto: Langit7.id/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Cut Meutia menjadi salah satu masjid yang berada di wilayah Ibu Kota, masjid ini terletak di Jalan Cut Meutia Nomor 1, Jakarta Pusat. Sebelum difungsikan menjadi masjid dan pilihan destinasi wisata religi, bangunan ini mempunyai nilai sejarah yang panjang.

Ketua Umum Yayasan Masjid Cut Meutia, Benny Suprihartadi menjelaskan sebelum difungsikan menjadi masjid, bangunan bergaya arsitektur Art Nouveau ini pernah dugunakan sebagai kantor pos, kantor dinas Kereta Api Belanda hingga kantor Angkatan Laut Jepang pada 1942-45.

"Saat Indonesia merdeka, bangunan dengan gaya arsitektur Art Nouveau ini juga sempat difungsikan sebagai kantor Urusan Perumahan, hingga Kantor Urusan Agama pada 1964-1970," kata Benny seperti dikutip Langit7 di kanal YouTube Suara Masjid, Ahad (27/11/2022).

Baca juga: 5 Masjid Megah di Qatar, Wajib Dikunjungi Suporter Piala Dunia

Menurutnya, begitu banyak zaman dan peristiwa sejarah yang terbungkan pada bangunan ini, dan Masjid Cut Meutia baru diresmikan pada pemerintahan Gubernur Ali Sadikan dengan Surat Keputusan Nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.

"Masjid Cut Meutia mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Dengan salah satu keunikannya, yaitu mihrab yang diletakkan di samping kiri saf, serta posisi safnya miring dari bangunan masjidnya sendiri. Sebab, bangunan masjid tidak tepat mengarah kiblat," ujarnya.

Bangunan ini didirikan pada 1912 sebagai pembangunan pertama untuk developer pembangunan Menteng, oleh pemerintah Hindia Belanda yang saat itu berkuasa. Kemudian, berubah menjadi Departemen Kereta Api pada Jepang, lalu berubah lagi menjadi kantor Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Di tahun 1987 bangunan ini kemudian dihibahkan oleh pemerintah DKI Jakarta di bawah Gubernur Suprapto, kepada Yayasan Masjid Cut Meutia sebagai Masid Cut Meutia.

"Mengenai kegiatannya memang Cut Meutia ini sangat beraneka ragam, ada perkumpulan pengajian ibu-ibu, remaja masjid, kesehatan, perekonomian umat, LBH WK, dan lainnya," kata Benny.

Lebih lanjut, Benny menuturkan Masjid Cut Meutia ini juga terdapat beberapa yayasan di bawahnya yang memang kompetible, untuk sebuah kegiatan. Menurutnya, kegiatan yang utama adaah adanya kegiatan kemasjidan yang dimulai dari kegiatan salat Jum'at, salat wajib setiap hari.

Baca juga: Berdiri Sejak 1421, Masjid Agung Sunan Ampel Kini Berusia 6 Abad

"Kemudian adanya beberapa pengajian di saat salat wajib seperti pengajian yang dimulai di saat saat Magrib sampai Isya. Pemberdayaan ekonomi umat kita mempunyai beberapa badan seperti pembinaan anak yatim, di mana kita ada sekitar 150 anak asuh mulai dari SD sampai tingkatan SMA," jelasnya.

Menurut Benny, selain anak asuh pihaknya juga memiliki orang tua asuh yang membiayai anak asuh selama perbulannya, baik untuk sekolah hingga kebutuhan lainnya. Para anak asuh itu, kata Benny adalah mereka yang berusia mulai dari 10 hingga 15 tahun.

"Ada juga kegiatan mengajar yang dilakukan oleh sebuah lembaga yang memang orang-orang Cut Meutia isinya, juga mengajar mereka (anak asuh) melakukan pendidikan ekstrakurikuler yang mereka tidak dapat karena biayanya," terang Benny.

Selanjutnya, Benny mengatakan terdapat juga kegiatan remaja seperti olahraga dan lainnya. Terutama kegiatan Ramadhan Jazz yang secara rutin dilakukan dalam setiap tahun pada Bulan Ramadhan.

"Ramadhan Jazz yaitu sebuah kegiatan yang sudah sampai 10 kali dilaksanakan, dan dihadiri oleh beberapa Duta Besar serta para pejabat pemerintah. Karena kegiatan ini adalah dakwah," tegasnya.

Baca juga: Masjid Katara, Tempat Fans Piala Dunia 2022 Mengenal Islam

Tak hanya itu, Benny menyebut di Yayasan Cut Meutia juga ada sebuah organisasi, yaitu Masyarakat Cinta Masjid yang sudah meluas sampai di beberapa daerah di seluruh Tanah Air.

"Hal-hal lainnya adalah ada badan kematian yang mengurusi tentang kematian, ada juga badan unsur-unsir dombet Bazis dan lain sebagainya yang komprehensif," ujar Benny.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)