LANGIT7.ID - Kualitas ibadah jadi salah satu penentu nasib seorang muslim di hadapan Allah kelak. Ia tak bisa dilakukan asal-asalan. Oleh karena itu setiap amal ibadah yang dilakukan setiap muslim harus disertai
ilmu.
Pengasuh Ponpes Al-Aqobah, Jombang, KH Djunaidi Hidayat menegaskan bahwa setiap muslim harus berusaha mengilmui ibadah yang dilakukannya dengan sebaik-baiknya.
"Karena ibadah itu perlu ilmu tidak hanya sekedar semangat. Sebab akan berbahaya jika ibadah itu tidak didasari dengan ilmu. Hingga nanti ibadah itu dapat menjadi maksiat," jelas Kiai Djunaidi di laman resmi Ponpes Tebuireng, dikutip Rabu (14/12/2022).
Baca Juga: Gus Baha: Rumus Istiqamah Paling Mudah Adalah Berdasarkan Ilmu
Kiai Djunaidi menyebut, memang ada batas minimal yang harus dipenuhi dalam ibadah yakni sah jika memenuhi syarat dan rukun. Akan tetapi, di atas itu ada namanya takmiliyyah yakni hal yang menyempurnakan. Takmiliyah tersebut, jelas Kiai Djunaidi dapat dijumpai dalam nilai-nilai sunnah suatu ibadah.
"Dan inilah yang menjadi kualitas ibadah seseorang, yang membuat suatu ibadah punya ruh dan jiwa. Sehingga ibadah itu tidak hanya terlaksana sebagai formalitas saja, namun ada penyempurnaan. Dan dalam penyempurnaan ini substansi sebuah ibadah dapat tercapai," kata Kiai Djunaidi.
Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala menekankan perbedaan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu:
أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? (Qs Ar Ra'du: 19).
Baca Juga: Wawancara Eksklusif Ustadz Das’ad Latif: Pendidikan dengan Ilmu dan Iman, Solusi Perbaikan Bangsa
Imam Hasan Al-Bashri berkata:
العَامِلُ عَلَى غَيْرِ عِلْمٍ كَالسَّالِكِ عَلَى غَيْرِ طَرِيْقٍ وَالعَامِلُ عَلَى غَيْرِ عِلْمٍ مَا يُفْسِدُ اَكْثَرُ مِمَّا يُصْلِحُ فَاطْلُبُوْا العِلْمَ طَلَبًا لاَ تَضُرُّوْا بِالعِبَادَةِ وَاطْلُبُوْا العِبَادَةَ طَلَبًا لاَ تَضُرُّوْا بِالعِلْمِ فَإِنَّ قَومًا طَلَبُوْا العِبَادَةَ وَتَرَكُوْا العِلْمَ
Orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan pada jalan yang sebenarnya. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan. Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh, namun jangan sampai meninggalkan ibadah. Gemarlah pula beribadah, namun jangan sampai meninggalkan ilmu. Karena ada segolongan orang yang rajin ibadah, namun meninggalkan belajar.” (Lihat Miftah Daris Sa’adah karya Ibnul Qayyim, 1: 299-300).
(jqf)