LANGIT7.ID, Jakarta - Transportasi umum tidak hanya menjadi penghubung manusia dari satu tempat ke tempat lain, namun seseorang bisa belajar kebhinekaan dari sana. Pandangan ini disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti
Angkutan umum, menurutnya menjadi alat yang tidak langsung mengajarkan inklusivitas dan keberagaman.
“Angkutan umum mengajarkan agar kita bisa berinteraksi dengan orang. Kalau orang berangkat dengan mobil pribadi karena dia punya, tetapi itu menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas, itu juga membuat mereka tidak belajar berinteraksi dengan orang lain,” kata Mu’ti, dikutip laman Muhammadiyah, Sabtu (21/8/2021).
Menurut Mu’ti, penggunaan angkutan umum mengajarkan pendidikan karakter secara tidak langsung. Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik seperti belajar makna bersabar, mengatur waktu, dan cara berinteraksi dengan orang yang berbeda-beda.
“Mohon maaf kalau pakai mobil pribadi orang masuk, adem, wangi. Tapi kalau naik angkot kan parfumnya macam-macam. Itu sebenarnya kita dibentuk sebagai warga untuk menerima masyarakat di mana pun kita berada,” ucap Mu’ti.
Masalah-masalah yang sering muncul dalam seseorang naik angkutan umum merupakan gambaran kehidupan secara umum. Misalnya pencopetan, praktik mengambil paksa hak orang lain juga terjadi di gedung-gedung tinggi.
“Bahwa ada pencopetan atau apa, itu bagian dari seni yang bisa ditata lebih baik. Tapi orang berjumpa, bertenggang rasa, misalnya memberikan tempat duduk bagi orang yang perlu duduk, berbagi ruang dengan yang lain, menghormati regulasi di mana dia harus ikut dengan aturan yang ada di situ, itu bagian dari membangun kewargaan dan bisa tetap menjadi Indonesia dengan segala perbedaanya, dan kita menuju pada gerbong yang sama bernama tempat tujuan,” ucap Mu’ti.
Dalam konteks ke-Indonesia-an, Mu’ti percaya jika pemerintah berhasil mengatur regulasi yang tepat, maka angkutan umum menjadi sarana efektif membangun pendidikan karakter warga.
“Kalau bisa kita rekontruksi dan kita perbaiki sarana transportasi itu lama-lama juga akan beradaptasi, tinggal kita perbaiki sarananya, kita perbaiki sistemnya dan itu bisa mengatasi masalah,” ujarnya.
(arp)