Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

JK Ungkap Strategi Ekonomi agar Mustahik Bisa Jadi Muzakki

Muhajirin Sabtu, 10 Desember 2022 - 16:45 WIB
JK Ungkap Strategi Ekonomi agar Mustahik Bisa Jadi Muzakki
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla dalam Webinar Internasional yang digelar Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Sabtu (10/12/2022) (foto: tangkapan layar)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK), membeberkan salah satu penyebab umat Islam di Indonesia masih terbelakang di bidang ekonomi. Muslim Indonesia belum mendalami makna rukun Islam ke-empat yakni zakat.

Menurut JK, lembaga amil zakat di Indonesia masih sebatas berbicara tentang potensi zakat yang bisa dikumpulkan setiap tahun. Padahal, syariat zakat bukan sekadar pengumpulan zakat saja. Zakat bahkan bisa dilakukan perorangan, seperti menyalurkan ke tetangga atau pesantren secara langsung.

“Apabila kita berbicara rukun Islam, misalnya zakat. Apa masalahnya? Kenapa zakat itu selalu cuma potensinya saja, yang dapat dikumpulkan saja,” kata JK dalam Webinar Internasional yang digelar Ikatan Da'i Indonesia (IKADI), Sabtu (10/12/2022).

Baca Juga: Kemenko PMK: Pemanfaatan Dana Zakat Harus Ubah Mustahik Jadi Muzakki

Selain itu, poin utama peran zakat dalam Islam adalah menunaikan, bukan menerima. Cara pandang ini yang mayoritas belum dimiliki umat Islam Indonesia. Kebanyakan muslim masih memikirkan cara menerima zakat (mustahik), ketimbang berfikir cara menjadi wajib zakat (muzakki) .

Ini pula yang menjadikan umat Islam Indonesia tertinggal secara ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, jumlah mustahik masih jauh lebih banyak jika dibandingkan muzakki. Ini harus menjadi perhatian khusus para pendakwah di Tanah Air.

“Padahal, dalam hukumnya kita tau semua dirikan shalat dan tunaikan zakat, bukan menerima zakat. Artinya, bagaimana kita semua bersama-sama untuk meningkatkan. Kita harus memberikan tafsir yang lebih luas tentang zakat ini. kita di Indonesia penduduk sekitar 270 juta. Islam itu 88%, artinya ada sekitar 200 juta lebih umat Islam di Indonesia,” ujar JK.

Menurut JK, salah satu penyebab mustahik masih lebih banyak ketimbang muzakki adalah kemampuan ekonomi umat yang masih rendah. Kemampuan ekonomi muslim masih sangat rendah jika dibandingkan dengan umat beragama lain.

Baca Juga: JK: Mayoritas Muslim Indonesia Baru Mampu Amalkan 3 Rukun Islam

“Kalau anda lihat, dari 10 orang kaya di Indonesia hanya 1 muslim. Dari 50 orang terkaya di Indonesia hanya 4 yang muslim, sungguh pincang. Jadi, akibatnya memang begitu (lebih banyak mustahik)”, ujar JK.

JK lalu menawarkan solusi dalam hal ini. Umat Islam harus mulai meningkatkan perkara muamalah seperti perdagangan, pertanian, perikanan, dan sektor ekonomi lain. Muamalah juga menjadi bagian penting dalam ibadah.

“Bagaimana caranya? Semua itu pertama adalah semangat. Jangan kita permisif, biarkan mereka memperbanyak dunia, kita perbanyak zikir, shalat. Padahal, orang yang membayar zakat, membayar sedekah, infak, itu bagian dari ibadah,” ungkap JK.

Baca Juga: FOZ Bakal Gelar Indonesia Giving Fest, Festival Zakat Terbesar di Indonesia

Hal ini bisa digerakkan oleh para dai melalui masjid-masjid di Indonesia. Dai harus membagi porsi saat berceramah, ada bagian akidah, akhlak, fikih, dan muamalah. Semua harus sama rata, agar umat Islam di Indonesia memiliki jiwa-jiwa muzakki.

“Dulu, masjid adalah tempat pengadilan, tempat ekonomi, dan sebagainya. Sangat penting masjid itu menjadi sumber peningkatan kehidupan, karena hanya dengan peningkatan umat Islam, maka akan melengkapi rukun Islam,” ucap JK.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)