LANGIT7.ID, Jakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dahulu kala ialah salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia. Tidak heran bila banyak masjid-masjid bersejarah di sana, di antaranya Masjid Mataram KotaGede.
Melansir Dunia Masjid, Ahad (11/12/2022), rumah Allah yang satu ini tidak diketahui secara pasti kapan masjid berdiri. Namun menurut keterangan-keterangan yang ada, didirikan pada tahun 1535 ketika zaman Kerajaan Mataram di bawah pemerintahan Kiai Ageng Mataram.
Bangunan masjid ini mencerminkan bentuk toleransi, ketika itu banyak warga Buddha dan Hindu yang ikut membangun masjid. Bahkan ciri khas Hindu dan Buddha masih tampak jelas mempengaruhi banguan masjid ini seperti gapura yang berbentuk paduraksa.
Baca Juga: JK Ungkap Strategi Ekonomi agar Mustahik Bisa Jadi MuzakkiSelain itu, berbagai jenis pohon mengelilingi bangunan kuno masjid sehingga halaman terasa sangat asri dan sejuk. Untuk lokasi persis Masjid berada di kawasan Pasar Kotagede, kelurahan Jagalan, kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Masjid ini menjadi cagar budaya pada 2007 lalu. Ruang salat utama ditopang oleh empat saka guru yang terbuat dari kayu jati. Kemudian pada bagian miimbar terbuat dari kayu wrungle.
Uniknya lagi, masjid juga memiliki sebuah beduk yang pada masanya pembuatannya dilakukan secara gotong royong oleh rakyat setempat. Konon katanya, proses pemasukan beduk pun hanya bisa dilakukan oleh seorang wanita.
Selain itu, pada halaman masjid memiliki tembok berbahan batu bata berwarna merah disertai dengan ukiran aksara Jawa. Corak itupun kian membuat nuansa masjid terasa seperti di zaman kerajaaan Mataram.
Bangunan kuno yang khas dengan perpaduan Jawa, Buddha, dan Hindu menjadi daya tarik Masjid Mataram KotaGede bagi para wisatawan lokal maupun manca negara. Masjid ini menjadi cagar budaya pada 2007 lalu.
Baca Juga: Kajian Ahad Pagi: Cara Bersihkan Sifat Buruk yang Sebabkan Neraka(zhd)