LANGIT7.ID, Jakarta - Piala Dunia 2022 Qatar membawa banyak kejutan dan mencatatkan sejarah baru selama penyelenggaraan kompetisi sepak bola dunia. Salah satunya adalah capaian Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022.
Maroko mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai babak semifinal Piala Dunia. Berhasil mengalahkan Portugal 1-0,
Maroko juga menjadi negara Muslim pertama yang mencapai semifinal turnamen.
Maroko sudah mengalahkan Spanyol, Belgia, dan Kanada dalam kompetisi tersebut. Kemenangan Atlas Lions adalah simbol bagi wilayah tersebut, terutama dengan Piala Dunia yang diselenggarakan di negara Arab, Muslim untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Baca juga: Tersingkirnya Portugal Hancurkan Impian Terbesar Cristiano Ronaldo Perayaan telah berlangsung di seluruh negeri dan secara global, dengan bendera merah Maroko dikibarkan tinggi-tinggi. Selain hiruk pikuk perayaan, kemunculan sosok ibu para pemain ke tengah lapangan juga menunjukkan wajah baru di piala dunia kali ini.
Achraf Hakimi menarik perhatian kamera ketika dia pergi ke pelukan ibundanya untuk merayakan kemenangan lepas adu penalti dengan Spanyol di babak 16 besar. Hakimi menerima kecupan bangga dari sang Ibunda di tribun yang melelehkan hati banyak penggemar.
“Uhibbuki Ummi (Aku mencintaimu, Ibu),” tulis Hakimi di Instagram.
Dia juga melakukan tindakan yang sama setelah kemenangan perempat final
Maroko melawan Portugal. Dia langsung memeluk ibudanya meskipun berdesakan di tribun.
Selain Hakimi, Sofiane Boufal juga menampilkan kesan serupa. Usai kemenangan melawan Portugal, dia menyambut kedatangan Ibunda ke area pinggir lapangan dan menari-manri kecil bersamanya.
Pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui juga terlihat naik ke tribun untuk merayakan suka cita bersama ibunya. Setelah Regragui membawa kemenangan melawan Spanyol pada babak 16 besar, Usher Komugisha, seorang analis untuk Al Jazeera, men-tweet:
Baca juga: Selebrasi Keluarga Timnas Maroko Hangatkan Hati Masyarakat Dunia "Ibu Walid Regragui, Fatima, yang telah tinggal di Paris selama lebih dari 50 tahun, tidak pernah bepergian untuk menontonnya sebagai pemain atau pelatih tetapi dia bersikeras dia datang ke Piala Dunia di Qatar. Hasil? Dia menginspirasi Maroko ke tempat perempat final yang bersejarah."
Dalam sebuah video yang dibagikan secara luas secara
online, ibu dari kiper heroik Maroko Yassine "Bono" Bounou berdoa untuk kesuksesan putranya sebelum laga penalti melawan Spanyol. Doa ibu nampaknya membawa pengaruh positif bagi mental para pemain.
(sof)