LANGIT7.ID, Jakarta - Perjuangan Maroko di
Piala Dunia 2022 harus berhenti usai kalah dari Prancis dengan skor 2-0 saat laga semifinal di Al Bayt Stadium, Kamis (15/12/2022).
Kekalahan
timnas Maroko saat melawan Prancis itu mirip dengan perjuangan kaum muslimin melawan Prancis dalam peperangan Tours di tahun 732 Masehi (114 Hijriah).
Dikatakan mirip karena memang dalam perang itu, langkah kaum muslimin juga harus terhentikan karena kekalahan.
Pertempuran Tours 732 merupakan pertempuran yang menentukan Islam di belahan dunia bagian Barat. Sejarawan Inggris, Edward Gibbon menuliskan bahwa pertempuran ini menyelamatkan nenek moyang Inggris, Prancis, dan Roma dari api Al-Quran secara agama dan peradabannya.
Pertempuran ini terjadi antara pasukan Muslim dari Andalusia yang dipimpin Abdul Rahman al-Ghafiqi melawan pasukan Perancis yang dipimpin oleh Charles Martel. Dikenal juga sebagai Balat al-Syuhada, karena banyak kaum muslimin yang berguguran dalam pertempuran tersebut.
Baca Juga: Teladan Timnas Maroko, Menang Kalah Tetap BersyukurPanglima kaum muslimin, Abdurrahman Al Ghafiqi, syahid dalam pertempuran itu. Namanya terkenal sebagai pemimpin yang tak kenal takut.
Dalam buku Decisive Moments in the History of Islam karya Muhammad Abdullah Enan, dia menyebutkan bahwa sejarawan Barat memperkirakan seandainya pertempuran itu dimenangkan kaum muslimin maka tak ada lagi Eropa yang Kristen atau agama Kristen, selain dan Islam yang akan mendominasi Eropa.
Islam Masuk EropaPertempuran Tours terjadi sekitar 20 tahun setelah masuknya Islam ke Andalusia di bawah kepemimpinan Tariq ibn Ziyad dan Musa ibn Nusayr.
Sebagai panglima Islam dari Dinasti Umayyah, Thariq bin Ziyad memimpin pasukannya menyebrangi selat gibraltar untuk menaklukkan Andalusia dan menyebarkan cahaya Islam di daratan Eropa.
Pada musim panas 711 Masehi (92 Hijriah), Thariq bin Ziyad berangkat menuju Al-Andalus dan mendarat di Gibraltar.
Dia berhasil menguasai wilayah itu setelah mengalahkan kerajaan Visigoth, karena rajanya, Roderick terbunuh pada 19 Juli 711 M dalam pertempuran Guadalete.
Baca Juga: Maroko Terhenti di Semifinal, Walid Regragui: Insya Allah Final Lain Kali"Sejarawan Islam menyebut apa yang dilakukan Thariq bin Ziyad sebagai pembebasan, walaupun sejarawan Barat atau Kristen menyebutnya sebagai pendudukan," kata Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, kepada
Langit7 beberapa waktu lalu.
Dalam Qishshatu al-Andalusia min al-Fathi ila as-Suguti, Thariq bin Ziyad mulanya menaklukkan Maroko dan beberapa kota di sekitarnya.
Sejarawan dari Amerika T Glick dalam bukunya, Muslim and Christian Spain, menyebut, Maroko merupakan gerbang Islam ke dunia Barat.
Thariq mendapat kepercayaan penguasa tertinggi Bani Umayyah untuk membebaskan warga Andalus dari kekejaman Raja Roderick.
(bal)