LANGIT7.ID, Jakarta - Wacana
penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 kian berhembus kencang. Hal ini menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan mulai dari pengamat politik, politisi, hingga masyarakat.
Menanggapi isu tersebut, Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha mengatakan, jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka akan mencederai hak rakyat dalam memilih
calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres). Sebab kedaulatan ada di tangan rakyat.
"Ini sangat mencederai konstitusi bernegara dan amanah reformasi," kata Rachman di Jakarta, Jumat (16/12/2022).
Baca Juga: DPR Sebut Perlu Adanya Aturan Turunan dalam Perppu PemiluART, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa penundaan pemilu juga merupakan suatu kejahatan dalam demokrasi di Tanah Air. Maka itu, Pemilu 2024 mendatang harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Jika ini tertunda maka kejahatan demokrasi semakin nyata," ujarnya.
Sebelumnya, Bamsoet menyarankan semua pihak bisa memikirkan ulang penyelenggaraan
Pemilu 2024 dengan melihat potensi ketidakpastian sosial. Bamsoet merujuk pada hasil survei Poltracking Indonesia pada November 2022 terkait tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang mengalami peningkatan.
Dalam survei tersebut, sebanyak 73,2 persen responden survei
Poltracking merasa puas terhadap kinerja pemerintah era Jokowi-Ma'ruf Amin. "Apakah ini berkorelasi dengan keinginan publik untuk terus Presiden Jokowi ini memimpin semua?," ucap Bamsoet saat rilis hasil survei Poltracking, Kamis (8/12).
Baca Juga: Perppu Pemilu Jadi Titik Terang Pedoman Pesta Demokrasi 2024Bamsoet juga meminta agar penyelenggaraan Pemilu 2024 harus dipikirkan ulang. Dia menilai penyelenggaraan pemilu kerap memunculkan kondisi politik nasional yang panas sebelum maupun sesudah pelaksanaannya.
"Tentu kita harus menghitung kembali apakah momentumnya tepat dalam era kita tengah berupaya melakukan
recovery bersama terhadap situasi ini. Dan juga antisipasi, adaptasi serta ancaman global seperti ekonomi, bencana alam dan sebagainya," kata Bamsoet.
(gar)