LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia terus berupaya melakukan pengembangan
Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan campuran minyak sawit. Saat ini, Indonesia sudah mengimplementasikan BBM dengan campuran minyak sawit 30 persen atau B30.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman mengatakan, per Januari 2023 pemerintah memutuskan mengaplikasikan BBM campuran
minyak sawit 35 persen atau B35.
"Mengenai B35 kewenangan ada di Kementerian ESDM, mereka menyatakan mulai Januari tahun depan akan diterapkan B35. Artinya biosolar di masyarakat di dalamnya akan tercampur 35 persen biodiesel diterapkan mulai 1 Januari 2023," kata Eddy dalam Press Conference Kinerja Sktor Sawit yang disiarkan virtual, Kamis (22/12/2022).
Baca Juga: Legislator: Pembelian LPG 3Kg dengan KTP Harus Tepat SasaranAdapun terkait pengembangan B40, hingga saat ini pemerintah masih belum memutuskan. Namun, sudah ada uji coba penggunaan pada kendaraan dengan hasil baik.
Diketahui, pemerintah melalui
Kementerian ESDM melakukan
Road Test atau uji jalan kendaraan dengan bahan bakar campuran solar 40 persen atau B40 telah pada 27 Juli 2022 lalu. Namun, pertimbangan pemerintah terkait kapasitas produksi dari para produsen biodiesel belum mumpuni apabila menerapkan B40 secara penuh.
"Hanya ada beberapa hal jadi pertimbangan kami, hal itu terkait dengan kapasitas produksi produsen biodisel. Karena b40 volumenya naik, kurang lebih berada di 15 juta kiloliter. Sedangkan kapasitas produksi dari produsen biodiesel itu 16 juta. Sangat rentan," ujar Eddy.
Eddy menegaskan, Kementerian ESDM akan memilih untuk menerapkan B35 di 2023. "Kementerian ESDM memutuskan di 2023 akan menerapkan B35 terlebih dahulu, sambil dilihat perkembangannya. Masih terbuka kemungkinan untuk B40," ungkapnya.
Baca Juga:
Minyak Dunia Turun, Legislator Desak Pemerintah Turunkan Harga Pertalite
Soal Insentif Kendaraan Listrik, Indef: Belum Urgen(gar)