LANGIT7.ID, JAKARTA - Malam pergantian tahun baru 2023 masyarakat Jakarta akan disuguhkan dengan berbagai acara, bahkan sejumlah tempat di wilayah Ibu Kota Jakarta direncanakan menjadi titik malam puncak perayaan tersebut. Mulai dari TMII hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) 1.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai pusat perayaan malam puncak perayaan Tahun Baru 2023 pada Ahad (25/12/2022) lalu. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata.
"Pusatnya tetap di TMII, sebab TMII telah menjadi ikon destinasi wisata di Jakarta dan baru dibuka setelah dilakukan revitalisasi," kata Andhika dalam keterangnnya, dikutip Rabu (28/122022).
Berbagai festival akan diadakan di TMII untuk malam pergantian tahun serta lima wilayah kota/kabupaten Kepulauan Seribu pun mengadakan perayaan yang sama.
Baca Juga: Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar?"Untuk wilayah Jakarta Pusat, acara malam tahun baru akan dipusatkan di Thamrin 10 dan Jakarta Barat di Kantor Wali Kota.Sementara Setu Babakan dipilih sebagai tempat pusat pergantian malam tahun baru bagi warga Jakarta Selatan," ujarnya.
Sedangkan warga di Kepulauan Seribu, bisa mengunjungi Pulau Untung Jawa sebagai pusat lokasi malam peralihan tahun. Selain itu, Andhika menjelaskan konsep acara yang direncanakan untuk menutup momen akhir tahun nanti. Dia juga meminta agar calon pengunjung TMII mematuhi segala peraturan sebagaimana yang telah ditentukan.
“Pada 31 Desember akan ada car free night, ada beberapa panggung yang didirikan kolaborator, setiap panggung akan menyajikan berbagai genre musik," jelas Andhika.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah Al-Barjah Cirebon, Buya Yahya menyampaikan bahwa perayaan Tahun Baru Masehi bukan mempermasalahkan zatnya, bulan, dan hari, akan tetapi kebiasaan dan kebudayaan yang terjadi di momen tersebut.
Menurut dia, umat Muslim dianjurkan untuk tidak berfoya-foya serta menghentikan kebiasaan tercela, terutama di momen malam pergantian tahun baru. "Jadi yang kita hentikan adalah kebiasaan jelek. Sebab, berhura-hura dan mengikuti budaya-budaya di luar Islam itulah yang tidak diperkenankan," kata Buya Yahya dalam kajiannya, dikutip Rabu.
Buya Yahya juga menyampaikan umat Muslim tetap dapat mengisi malam tahun baru dengan cara yang dibenarkan, seperti mengikuti pengajian, salawatan, dan hal-hal baik lainnya. Kemudian dia mengingatkan agar umat Islam mulai membiasakan dengan tahun Hijriyah. Di mana tahun Hijriyah berkenaan dengan banyak kewajiban.
"Wajib bagi orang tua mengetahui kelahiran anaknya secara Hijriyah untuk mengetahui kapan anaknya usia
tamyiz, serta baligh. Dan ibadah tidak ada hubungan dengan tahun Masehi," katanya.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Seru di Semarang(zhd)