LANGIT7.ID, Jakarta -
Al-Insyirah merupakan surat ke-94 dalam Al-Quran. Makna
surat ini mengajak umat Islam ikhlas menerima ujian Allah SWT agar mudah mendapatkan jawaban.
Pendakwah
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, makna Insyirah adalah ketenangan, kenyamanan, dan kelapangan hati seseorang yang diharapkan membuatnya mudah menerima atau menyikapi persoalan hidup.
"Itu adalah cara Allah memberikan petunjuk kepada hamba-Nya agar kemudian bisa mendapatkan yang pernah dimohonkan sebelumnya," kata UAH dalam penggalan kajiannya, dikutip Ahad (1/12023).
Baca Juga: Tafsir Al Insyirah Ayat 5-6: Bersama Kesulitan Pasti Ada KemudahanSempitnya hati seorang muslim kala menerima ujian, maka masalah yang dihadapinya cenderung terasa sangat sulit untuk diselesaikan. Sebaliknya, masalah sesulit apapun saat diterima dengan hati yang luas, maka tidak akan berdampak pada diri kecuali justru dapat mengatasinya.
"Kelapangan hati lah yang membuat diri bisa menerima apapun, itulah yang disebut Insyirah," ujarnya.
Surat Al-Insyirah ayat 1-8اَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَـكَ صَدۡرَكَۙLatin:
Alam nashrah laka sadrakArtinya: Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?
وَوَضَعۡنَا عَنۡكَ وِزۡرَكَۙLatin:
Wa wa d'ana 'anka wizrakArtinya: dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,
الَّذِىۡۤ اَنۡقَضَ ظَهۡرَكَۙLatin:
Allazii anqada zahrakArtinya: yang memberatkan punggungmu,
وَرَفَعۡنَا لَـكَ ذِكۡرَكَؕLatin:
Wa raf 'ana laka zikrakArtinya: dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًاLatin:
Fa inna ma'al usri yusraArtinya: Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ؕLatin:
Inna ma'al 'usri yusraArtinya: sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
فَاِذَا فَرَغۡتَ فَانۡصَبۡۙLatin:
Fa iza faragh ta fansabArtinya: Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْLatin:
Wa ilaa rabbika far ghabArtinya: dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
Yakin Masalah akan Selesai Surat Al-Insyirah menjelaskan kepada umat Islam bahwa setiap beban masalah yang berat, pasti akan bisa diselesaikan. Terutama bila seorang muslim meyakini pada dirinya bahwa Allah akan memberikan solusi.
"Yakinlah bahwa ujian datang, karena Allah sedang mengangkat derajat dan kualitas hidup seseorang untuk mencapai sesuatu yang istimewa. Bahkan yang belum pernah diraih sebelumnya," ujar UAH.
Sebetulnya, lanjut dia, beratnya sebuah ujian yang dialami seseorang merupakan cerminan dari harapan dan doa yang pernah dipanjatkan sebelumnya.
"Pasti setiap kita sering punya permohonan melalui doa. Nah, cara Allah mengabulkan permintaan kita adalah melalui sebuah ujian," katanya.
Untuk itu, UAH meminta agar kaum muslimin banyak merenung saat mendapati ujian sulit. Sebab, bisa jadi ujian itu datang sebagai cara Allah untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya.
(bal)