Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Makna Syifa' dalam Islam, Penyembuh dari Segala Penyakit

mahmuda attar hussein Selasa, 03 Januari 2023 - 14:00 WIB
Makna Syifa' dalam Islam, Penyembuh dari Segala Penyakit
Makna Syifa dalam Islam, Penyembuh dari Segala Penyakit. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kata Syifa' itu diartikan sebagai pengobatan, kesembuhan, atau penyembuhan. Dalam Islam sendiri ada dua media penyembuh yang dikatakan sebagai Syifa'.

Pendakwah sekaligus konsultan kesehatan, Ustadz Zaidul Akbar mengungkapkan, dua media yang disebut sebagai Syifa' itu adalah Al-Quran dan madu.

"Ada empat kata Syifa' dalam Al-Quran. Satu kata Syifa' diwakili oleh madu, tiganya diwakili oleh Al-Quran," ungkap dia dalam penggalan kajiannya, dikutip Selasa (3/1/2023).

Menurutnya Syifa' bukanlah obat, melainkan penyembuh untuk setiap penyakit yang dialami umat manusia. Artinya modal utama penyembuhan dalam Islam adalah Al-Quran dan madu.

Baca Juga: Bukan Cuma Doa, Penyakit Bisa Sembuh dengan Keyakinan

"Bagaimana keduanya bisa menyembuhkan bukan porsi manusia untuk mencari tahu. Adapun manusia, khususnya umat Islam, hanya perlu meyakininya," ujar dia.

Telinga Selalu Mendengar

Ketua Umum Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) menjelaskan, ada sebab dibalik telinga yang selalu mendengar. Tidak seperti mata dan mulut, telinga tak bisa dihentikan fungsinya untuk mendengar.

"Orang sakaratul maut atau sakit berat, dia tidak bisa buka mata dan bergerak, tapi kebanyakan pendengarannya masih berfungsi," ungkapnya.

Itu sebabnya kaum muslimin diperintahkan untuk mentalqin dengan membacakan Al-Quran. Terlebih di dalam Al-Quran sendiri terdapat janji Allah, “Dan kami turunkan Al-Qur'an sebagai syifa’, dan rahmat bagi kaum mukmin, dan tiadalah (yang didapat) bagi orang-orang zalim kecuali kerugian.” (QS Al-Isra ayat 82).

"Ada alasan kita dianjurkan membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya, bahkan dengan irama tertentu. Tujuannya untuk memberikan ketenangan hati," katanya.

Bahkan, lanjut dia, di zaman peradaban Islam, setiap waktu azan dikumandangkan dengan irama berbeda. Hal itu lantaran menyesuaikan dengan jam biologis manusia.

"Maka Al-Quran dijadikan sebagai obat, azan dijadikan penyemangat. Sementara kesembuhan adalah hak prerogatif Allah," ujarnya.

Kaum muslimin hanya bisa menanamkan optimisme Al-Quran kepada orang yang tengah sakit. Sehingga terdapat keyakinan untuk sembuh dengan berharap kepada Allah SWT.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)