LANGIT7.ID, Surabaya - Kabar duka itu datang tiba-tiba. Tepatnya pada 17 April 2021 malam, tepat di bulan Ramadhan, seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Khadisin, meninggal dunia. Almarhum wafat ketika sedang memimpin shalat witir berjamaah di Mushalla Al-Hidayah.
Saat datang ke mushalla untuk Shalat Isya dan Tarawih, anggota Banser Satkoryon Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini tampak sehat. Tidak ada tanda-tanda mengeluh sakit saat menjadi imam shalat di mushalla yang berada di Dusun Pandean, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung.
Namun siapa sangka ketika lanjut Shalat Witir, Khadisin terjatuh ke belakang ketika sedang rukuk rakaat pertama. Tim medis pun didatangkan dan akhirnya menyatakan kakek berusia 60 tahun ini telah meninggal dunia.
Baca Juga: Habib Salim Ajak Masyarakat Doakan Ulama, Kiai, dan Ustadz yang MeninggalKhadisin merupakan sosok yang mudah bergaul dan berdedikasi tinggi. Dia pun meninggal dalam kondisi yang indah, yakni ketika shalat di dalam mushalla sebagai imam. Hal inilah yang disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, H Zulfikar Dawam Ikhwanto kala itu.
"Patut menjadi contoh atau teladan bagi kita, para kader Ansor Banser. Beliau (almarhum) berdedikasi tinggi dan semangat penuh totalitas dalam berkhidmat di organisasi, teguh dalam menjaga komitmen bagi agama, bangsa dan Negara," kata Zulfikar yang akrab disapa Gus Antok.
Sementara pengurus GP Ansor Jombang, Dimas Muzakki mengatakan, selain memiliki dedikasi tinggi, almarhum dikenal mudah bergaul. Dia juga memiliki semangat yang tinggi di setiap kegiatan.
Kondisi seseorang meninggal dunia dalam shalat merupakan suatu karunia yang tak semua ummat bisa dapatkan. Posisi rukuk dalam shalat merupakan tanda pengabdian kita kepada Sang Khalik. Momen yang sangat indah.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda: "Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah." (HR. Bukhari).
Posisi meninggal dunia saat shalat merupakan salah satu syahid, karena meninggal di jalan Allah. Almarhum Khadisin insyaAllah mati dalam keadaan husnul khatimah, karena menutup usia dengan amal shaleh.
Ada ungkapan Arab yang artinya, "Matinya seseorang itu sesuai dengan cara hidupnya." Bila meninggal dunia dalam ketaatan, insyaAllah orang tersebut memang terbiasa menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah subhanahu wata ala.
(bal)