Menjadi orang tua memang tidak mudah, baik sebagai ayah ataupun ibunda. Apalagi jika keduanya meniti karir demi menopang finansial keluarga dan masa depan anak.
Meski kerap dihantui kesibukan bak tak ada hentinya, namun sebagai orang tua harus tetap memberikan perhatian besar kepada anak, utamanya mendidik dengan nilai-nilai agama. Sebab Rasulullah SAW saja sangat memberi perhatian besar kepada anak-anak kecil. Seperti yang tertuang dalam sebuah hadis, Aisyah RA mengisahkan:
“Rasulullah pernah diserahi beberapa bayi supaya beliau mendoakan mereka dengan keberkahan serta mentahnik (memberi asupan pertama) mereka. Beliau lalu diserahi seorang bayi yang kemudian bayi tersebut mengencinginya, beliau lalu meminta sedikit air kemudian mencipratkan air pada bekas air kencing tersebut tanpa membasuhnya.” (HR Muslim nomor 286).
Dalam hadis shahih lainnya pun menceritakan betapa Rasulullah SAW antusias dalam memberikan perhatian kepada anak-anak kecil. Dari Sahabat Abu Hurairah RA mengisahkan:
“Rasulullah SAW biasanya diberi buah yang pertama kali keluar, maka beliau pun berdoa, ‘(yang artinya) Ya Allah, berkahilah Madinah kami, pada buah-buahan kami, pada Mudd kami, pada Sha’ kami, dengan keberkahan yang melimpah.’ Baru kemudian beliau memberikannya kepada anak yang paling kecil di antara anak yang hadir di situ.” (HR Muslim nomor 1373).
Baca Juga: Manfaat Salat Bersungguh-sungguh, Amalan Pertama DihisabUntuk itu, memberi perhatian merupakan sebuah tanggung jawab sebagai orang tua di lain sisi mencari nafkah. Bila anak tumbuh dan berkembang dengan kurangnya perhatian dari kedua orang tua maka tak menutup kemungkinan si buah hati bakal keras kepala dan jauh dari agama.
Jika demikian, maka orang tua bisa dinilai lalai dalam mengemban tanggung jawabnya. Terlebih sebagai seorang ayah yang notabene adalah kepala keluarga. Tanggung jawab tersebut akan dipertanyakan di akhirat kelak, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggung jawabnya. Seorang pembantu rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya.” (HR Muslim).
Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) turut menceritakan betapa besar perhatian dan rasa sayang Nabi SAW terhadap anak-anak kecil. Terutama rasa cinta mendalam Rasulullah SAW kepada cucu-cucu beliau.
"Nabi sedang duduk, tiba-tiba datang sayyidina hasan dan sayyidina husein, Nabi cium nabi sayangi mereka. Di samping nabi ada seorang Arab yang keras tidak ada tata krama,melihat Nabi mencium kedua cucunya, orang Badui itu berkata anakku 10 laku-laki satu pun tidak pernah aku cium," kata UAH di kutip dalam kajian virtualnya, Senin (9/1/2023).
(zhd)