LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim tak boleh berlebihan menyikapi masalah, apalagi sampai mengalami
stres. Hal yang mesti dilakukan bukan cuma mencari hiburan semata.
Penceramah,
Ustaz Hanan Attaki menjelaskan cara Islami mengatasi stres bukan dengan banyak mencari hiburan dan mencari tawa, melainkan dengan banyak menangis
"Walaupun
bercanda itu boleh, tapi yang lebih efektif itu menangis atau menitikkan air mata," ujar dia dalam penggalan kajiannya, dikutip Selasa (10/1/2023).
Menurut dia, menangis bisa mengatasi stress lebih powerful daripada tertawa. Namun, kebanyakan orang masih keliru dengan sering mencari hiburan demi bisa tertawa dan menghilangkan stres.
Baca Juga: Makna Ayat Terakhir Surat Al Baqarah, Doa saat Hadapi MasalahUntuk itu, dia meminta agar kaum muslimin bisa mengubah pola pikirnya dalam mengadapi stres terhadap permasalahan yang tengah dihadapi. Pasalnya, tertawa hanya bisa mengatasi stres sesaat bukan untuk jangka panjang.
"Bercanda dan tertawa itu boleh tapi porsinya tidak boleh lebih banyak daripada kita menangis," ujarnya.
Adapun manfaat menangis saat stres, lanjut dia, menandakan penyesalan akan perbuatan salah dan dosa yang pernah dilakukan di masa lampau. Air mata yang jatuh akan membersihkan hati manusia yang kotor.
"Air mata itu seperti hujan yang membersihkan debu-debu dan padang pasir yang gersang. Begitulah air mata yang disebut bisa membersihkan hati seseorang," katanya.
Sedikit Tertawa dan Banyak MenangisUmat Islam juga dianjurkan untuk tidak terlalu banyak tertawa, melainkan lebih banyak menangis. Tertawa disebut dapat mematikan hati manusia.
Allah SWT berfirman, "Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. At-Taubah: 82).
Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnyamenyebutkan bahwa ayat tersebut menunjukkan ancaman bagi orang yang sering tertawa atau menertawakan orang. Bahkan, orang yang banyak tertawa terbahak-bahak dapat mematikan hati.
Rasulullah SAW tidak pernah tertawa terbahak-bahak, beliau paling besar tertawanya dengan senyuman lebar. Rasulullah SAW bersabda, "Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati." (HR. Tirmidzi).
Pendiri gerakan Pemuda Hijrah itu menjelaskan, menangis juga akan membuat seseorang lebih khusyuk dalam ibadah dan doanya. Sementara tertawa akan menimbulkan rasa malas pada diri seseorang
(bal)