LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno akan menyesuaikan strategi pengembangan pasar wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia di tengah ancaman resesi ekonomi dunia.
Sandiaga mengatakan ada tiga lokomotif ekonomi dunia yang sudah terpetakan akan menghadapi resesi sehingga ekonominya melambat, yakni Amerika, China, dan negara-negara Eropa.
"Tentunya ini akan berdampak terhadap pengeluaran masyarakatnya terutama di sektor
pariwisata. Oleh karena itu kami langsung melakukan penyesuaian dari segi fokus untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya wisatawan mancanegara," kata Sandiaga dalam rilis, Selasa (10/1/2022).
Baca juga: Pemerintah Diminta Awasi Turis China Jika Masuk ke Indonesia Penyesuaian fokus akan diarahkan kepada negara-negara yang menjadi pasar besar di mana jumlah kunjungan wisatawannya ke Indonesia menunjukkan peningkatan, di antaranya adalah India, Australia, dan Selandia Baru. Sandiaga menyebut
wisatawan Malaysia dan Singapura yang ke Indonesia pun jumlahnya terus naik.
Berdasarkan data Kemenparekraf, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia periode Januari hingga November 2022 mencapai 4,58 juta kunjungan, naik 228,30 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun 2021.
Dari jumlah tersebut, berdasarkan kebangsaan
jumlah wisman dengan kunjungan tertinggi adalah Malaysia dengan 876.475 kunjungan, Timor Leste 628.471 kunjungan, Australia 552.216 kunjungan, Singapura 486.295 kunjungan, serta India 218.417 kunjungan.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Alam Romantis di Indonesia, Cocok untuk Bulan MaduSementara untuk pertumbuhan wisatawan mancanegara tertinggi sepanjang kurun waktu tersebut adalah Australia sebesar 20.952,84 persen, Selandia Baru 9,197,80 persen, India 3.869,77 persen, Jerman 3.678,59 persen, dan Prancis 3,636,46 persen.
Tahun ini, target kunjungan wisatawan antara 3,5 juta hingga 7,4 juta. Ia pun berharap penyesuaian strategi yang dilakukan akan berdampak positif pada target kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tahun ini.
(sof)