LANGIT7.ID, Jakarta - Tumpulnya indra penciuman, dalam istilah medis yakni anosmia, telah menjadi tanda infeksi sejak awal pandemi. Menurut Studi Gejala oleh Covid Zoe, Inggris, hilangnya kemampuan indra penciuman masih dianggap gejala Covid-19 paling jelas.
Mereka yang telah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi, ada lima gejala paling umum yang dicatat oleh Zoe Covid Symptom. Gejalanya yakni sakit kepala, pilek, bersin, sakit tenggorokan, dan kehilangan penciuman.
"Sulit untuk melihat perubahan pada indra penciuman ketika seseorang melakukan aktivitas sehari-hari," kata para peneliti di Studi Gejala Covid yang dipimpin oleh Prof Tim Spector.
Dilansir laman Express UK, Selasa (24/8), seseorang dapat menguji indra penciuman dengan empat bahan aromatik yang biasa ada di rumah atau mudah dibeli di pasar. Cobalah mengendus kopi, bawang putih, kelapa, dan jeruk.
Jika tidak bisa mencium aroma salah satunya, sebaiknya segera menjalani tes Covid-19. Gejala lain yang memerlukan tes meliputi kelelahan, sakit kepala, demam, dan batuk baru yang persisten.
Studi melalui aplikasi Zoe Covid Symptom menunjukkan bahwa anosmia adalah prediktor terbaik bahwa seseorang terpapar Covid-19. Namun, seseorang masih bisa terinfeksi meskipun indra penciumannya normal.
Prediktor kuat Covid-19 lainnya adalah ageusia juga dikenal sebagai kehilangan selera. Penelitian yang dilakukan oleh King's College London itu menemukan bahwa seseorang yang mengalami anosmia atau ageusia 17 kali lebih mungkin untuk dites positif Covid-19 daripada seseorang yang tidak.
"Terlebih lagi, hilangnya penciuman atau pengecap tetap menjadi prediktor terbaik dari hasil tes positif terlepas dari usia, jenis kelamin, atau tingkat keparahan penyakit seseorang," kata para peneliti.
NHS mengakui bahwa kehilangan atau perubahan pada indra penciuman atau perasa adalah salah satu gejala utama virus corona. Ini disertai dengan batuk terus-menerus yang baru muncul dan suhu tubuh tinggi.
(arp)