Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tugas Berat Nabi Ibrahim Mentauhidkan Anak-Anak dan Keturunannya

azhar azis Kamis, 08 Juli 2021 - 09:32 WIB
Tugas Berat Nabi Ibrahim Mentauhidkan Anak-Anak dan Keturunannya
Masjid Halil-ur Rahman (Kekasih Allah) dan Kolam Ibrahim (Ibrahim), Urfa (Sanliurfa), Turki. Foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID - Tatkala Allah SWT memberikan kepemimpinan bagi Ibrahim Khalilullah sebagai imam bagi ummat manusia, Ibrahim tidak melupakan keturunannya. Maka Allah mengabulkan permohonannya tetapi tidak bagi orang-orang yang lalim.

“Dan ingatlah. Ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata, Dan saya mohon juga dari keturunanku. Allah berfirman, janji-Ku ini tidak mengenai orang-orang yang lalim.” (QS al-Baqarah [2]: 124).

Karena itu, menjadi tugas berat bagi Ibrahim untuk mentauhidkan semua anak-anaknya, dan anak-anaknya juga mentauhidkan semua keturunannya demi memenuhi janji Allah tersebut. Setiap kitab yang diturunkan dari langit setelah Ibrahimn maka nabi tersebut dari keturunan Ibrahim.

Lahirlah dua anak laki-laki Ibrahim yang agung. Ismail lahir dari Hajar dan Ishaq lahir dari Sarah. Dari Ishaq lahirlah Ya'qub, yaitu Israil di mana seluruh bani Israil dinisbatkan kepada Nabi Ya'qub. Dari kalangan mereka muncul sejumlah nabi yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dzat yang telah mengutus mereka hingga kelahiran Isa bin Maryam yang juga dari kalangan bani Israil.

Dari saudara Nabi Ibrahim, Haran bin Tarih, lahirlah Luth. Selain Haran, satu lagi saudara Ibrahim adalah Nahur. Seluruh kabilah bangsa Arab pun berasal dari Ismail dan lahir seorang nabi penutup dan penghulu para nabi yaitu Nabi Muhammad SAW. Dialah penghulu yang menjadi kebanggaan ummat manusia hingga akhir zaman. Dalam Sahih Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Aku akan akan menduduki sebuah kedudukan di mana seluruh makhluk menyukaiku hingga Ibrahim". (HR Muslim).

Dalam Al-Qur'an sangat jelas bahwa ajaran yang turun kepada Ibrahim adalah ajaran yang sampai pada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup. Allah menjelaskan bahwa Ibrahim berada di atas agama Allah yang hanif, yaitu agama yang bertentangan dengan keyakinan Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrikin.Dalam firman-Nya, Allah membantah ahlu kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang mengklaim bahwa Ibrahim berada di atas agama mereka.

"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia adalah orang yang lurus lagi berserah diri kepada Allah dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. (QS Ali-Imran [3]: 65-67).

Ketika tinggal di Huran, daerah di sekitar Baitul Maqdis, masyarakatnya menyembah tujuh bintang. Semua manusia di muka bumi pada waktu itu adalah kafir kecuali Ibrahim, istrinya Sarah, dan keponakannya Luth Alaihimussalam. Ibrahim sudah mendapat hidayah dari Allah sejak kecil dan menjadi Rasul utusan Allah dan kekasih-Nya di masa dewasanya.

Dakwah pertama kali Ibrahim adalah kepada bapaknya yang bernama Tarikh karena menyembah berhala. Dalam Al-Qur'an diceritakan bahwa Ibrahim menyeru bapaknya: "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menologmu sedikitpun. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai Bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan. Berkata bapaknya, Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan aku rajam dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama. Ibrahim menjawab, Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri dari padamudan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”. (QS Maryam [19]: 41-48)

Ibrahim menyerukan kebenaran kepada bapaknya dengan bahasa yang sopan dan lemah lembut. Bahkan saat bapaknya merasa terganggu dan terancam, Ibrahim menjamin tidak akan berlaku buruk kepada bapaknya, tidak menyakiti, dan senantiasa menjamin keselamatan bapaknya yang menolak seruan Ibrahim. Setelah semuanya jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, dia pun melepaskan diri darinya. Hal ini dijelaskan dalam Qur'an Surat At-Taubah: 114.

Diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Ibrahim akan bertemu dengan bapaknya, Azar, pada Hari Kiamat, sedangkan pada wajah Azar terdapat debu dan kotoran. Maka Ibrahim berkata kepadanya, "Bukankah aku telah katakan kepadamu, janganlah engkau melanggarku. Bapaknya menjawab, "Pada hari ini aku tidak akan menentangmu." Ibrahim berkata, "Wahai Robbku, Engkau telah menjanjikan kepadaku bahwa Engkau tidak akan menghinakanku pada hari dibangkitkanya (manusia). Adakah yang lebih menghinakanku dari bapakku yang sangat jauh dariku?" Maka Allah berfirman: "Aku telah mengharamkan surga bagi orang-orang kafir." Kemudian Dia berfirman: "Lihatlah wahai Ibrahim, apa yang ada di bawah kakimu? Maka Ibrahim melihatnya, ternyata ada binatang sembelihan yang sangat kotor. Kemudian diambil dari kakinya lalu dilemparkan ke dalam neraka."

Di Babilonia, Ibrahim bertemu dan berdebat dengan seorang raja yang angkuh lagi kafir, bahkan mengaku bahwa dirinya adalah tuhan. Para ahli tafsir dan ulama nasab menyebutkan bahwa raja tersebut adalah Raja Babilonia, Namrud bin Kan'an. Ia adalah raja yang menguasai dunia dan berkuasa selama 400 tahun. Ketika Ibrahim menyerunya untuk beribadah hanya kepada Allah, tiada sekutu-Nya, maka kebodohan, kesesatan, serta panjang angan-angan telah menyeretnya ke arah pengingkaran terhadap Pencipta. Ia pun mendebat Ibrahim dan mengaku sebagai tuhan. Ketika Ibrahim berkata: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". (QS Al-Baqarah: 258)

Zaid bin Aslam mengatakan: kemudian Allah mengutus malaikat agar raja yang sombong tersebut beriman tetapi ia menolak. Malaikat tersebut datang lagi kedua hingga ketiga kalinya, namun Namrud masih menolak. Maka malaikat tersebut berkata, kumpulkan semua bala tentaramu dan aku akan mengumpulkan semua bala tentaraku.
Setelah Namrud mengumpulkan bala tentaranya di saat matahari terbit, Allah SWT membinasakan mereka dengan cara nyamuk-nyamuk memakan daging dan darah mereka. Yang tersisa hanya tulang belulang mereka. Kemudian seekor nyamuk masuk ke dalam lubang hidung Namrud dan tinggal selama 400 tahun hingga akhirnya Allah membinasakan Namrud dengan seekor nyamuk.

Lalu Ibrahim meninggalkan kaumnya dan hijrah dari tengah-tengah mereka karena perintah Allah SWT. Daerah yang dituju adalah Syam. Dalam Al-Qur'an disebutkan, "Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia." (QS Al-Anbiya' [21]: 71). Ibrahim keluar dari Babilonia bersama keponakannya Luth, saudaranya Nahur, istrinya Sarah, dan isteri saudaranya Milka.

Saat itu, istrinya dalam keadaan mandul sehingga Ibrahim belum memiliki seorang anak pun. Selanjutnya Ibrahim menuju pergi ke Yaman yang pada saat itu dilanda musibah kelaparan, krisis pangan, dan kemarau panjang. Lalu Ibrahim melanjutkan perjalanan ke Mesir.

Disebutkan bahwa seorang raja durjana di Mesir memanggil istri Ibrahim yang cantik jelita. Sebelum melepas Sarah untuk menemui sang raja, Ibrahim memegang tangan Sarah seraya berkata: "Berdoalah kepada Allah untukku, niscaya aku tidak akan mencelakaimu". Ketika Sarah pergi menemui raja, Ibrahim shalat dan memohon perlindungan agar keluarganya mendapat perlindungan Allah SWT. Allah berfirman: "Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan mengerjakan shalat". (QS Al-Baqarah [2]: 45)

Sarah pun berwudhu, shalat, dan berdoa: "Ya Allah, sekiranya Engkau mengetahui bahwa aku telah beriman kepada-Mu, beriman kepada Rasul-Mu, serta menjaga kemaluanku kecuali kepada suamiku, maka jangan Engkau biarkan orang kafir menguasai diriku. Setelah sampai, sang raja berkata ke pengawalnya: "Kalian tidak membawa manusia ke hadapanku namun kalian membawa setan. Suruhlah Hajar menjadi pelayannya." Setelah kembali, Sarah menemui Ibrahim masih mendirikan shalat.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)