LANGIT7.ID, Jakarta - Cinta Allah SWT merupakan tujuan utama orang beriman dalam melakukan amal shalih. Tidak ada motivasi lain selain itu. Jika Allah sudah cinta kepada hamba-Nya, maka Dia akan memberikan kebaikan di dunia dan akhirat.
Kebaikan di dunia bisa berupa rezeki yang berkah dan mendapat cinta dari sesama mahluk. Mulai dari para malaikat, manusia, hingga semua mahluk yang ada di alam semesta. Amalan yang dimaksud termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 36:
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)
Baca Juga: UAS: Murnikan Tauhid agar Kita Tak Salah Bersandar
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, membeberkan beberapa amal shalih yang bisa membuat seseorang dicintai oleh Allah Ta’ala. Amalan tersebut berasal dari Al-Qur’an.
Amalan pertama tentu tauhid dan tidak menyekutukan Allah dari apapun. Kemudian berbuat kepada orang tua, berbuat baik kepada karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat maupun jauh, teman sejawat, ibnu sabil (orang terlantar/termarjinalkan), dan hamba sahaya (budak).
“Ketika kita menjalankan perintah ini, orang-orang beriman melakukannya bukan dalam rangka berharap
feedback dari manusia, atau punya kepentingan. Dia melakukan itu dengan harapan dicintai oleh Allah,” kata Ustadz Nuzul dalam salah satu tausiahnya yang diunggah di kanal youtube-nya, Sabtu (14/1/2023).
Amalan-amalan tersebut menjadi pemantik cinta Allah kepada hamba-Nya. Itu diperjelas dengan penutupan ayat yang menyebut Allah membenci orang-orang yang sombong dan berbangga-bangga diri.
“Makanya, penutupan ayat di atas dijelaskan tentang cinta. Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mencintai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” katanya.
Baca Juga: Ikhlas dengan Ketetapan Allah SWT, Ini Tanda Mendapatkan Ridho
Dia menjelaskan, orang gagal bertauhid dan berbuat kepada sesama manusia disebabkan oleh kesombongan. Maka itu, sebelum melakukan amalan-amalan tersebut, maka terlebih dahulu membersihkan hati dari sifat sombong dan berbangga-bangga diri.
"Sebaliknya, kemampuan seseorang dalam berbuat baik sangat ditentukan oleh motifnya. Niatnya. Untuk senantiasa dicintai oleh Allah Ta’ala. Apabila, sudah berhasil mentauhidkan Allah dan tidak melakukan kesyirikan dan berbuat kepada sesama manusia, itu akan membuat dicintai oleh Allah. itu yang paling penting dalam kehidupan kita,” ungkap Ustadz Dzikri.
(jqf)