LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 hal yang dinilai bakal menjadi
tren pada 2023. Pebisnis harus bisa menangkap peluang ini dan merebut
persaingan pasar lebih awal sebelum terlambat.
Pebisnis harus bisa mengikuti tren dan mengubah hal tersebut menjadi produk jualannya. Karena itulah pelaku usaha mesti peka dengan perubahan.
Berikut penjelasan praktisi bisnis sekaligus konten kreator,
Dewa Eka Prayoga:
1. Skin CareDunia Skin Care memiliki pangsa pasar yang sangat besar. Bahkan, produk di sektor kecantikan ini tidak hanya diminati di pasar lokal, tapi juga global.
Berdasarkan E-commerce Report yang mereka luncurkan di tahun 2020, diketahui bahwa serum, lip cream, dan lipstik menjadi tiga produk kecantikan yang paling besar penjualannya. Untuk produk serum sendiri mencapai angka 11,18 juta dengan penjualan terbesar melalui Shopee.
Diketahui bahwa total penjualan untuk kategori kosmetik wajah di awal tahun 2021 sudah mencapai Rp620 juta. Di mana transaksi untuk kategori kosmetik wajah paling banyak terjadi di marketplace Shopee dengan 85,8 persen dibandingkan dengan Tokopedia yaitu sebesar 14,2 persen.
2. Liquid VapeLiquid vape juga kian ramai diminati di Indonesia. Kenaikan minat ini didasari oleh kenaikan harga cukai rokok.
Hal itu dapat terlihat dari orang-orang atau anak muda yang kini lebih memilih untuk nge-vape atau nge-pod ketimbang merokok.
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mencatat, sampai dengan akhir tahun 2020 diperkirakan ada 2,2 juta lebih pengguna vape di Indonesia, dengan outlet penjualan mencapai 5.000 toko.
Sementara itu, penerimaan cukai HPTL juga terus mengalami peningkatan, dari Rp98,87 miliar pada 2018, Rp427,16 miliar pada 2019, dan Rp680,36 miliar pada tahun 2020.
Walaupun sempat mengalami penurunan pada 2021 di mana penerimaan cukai HPTL Januari-September turun 15,5 persen atau senilai Rp471,18 miliar, tetapi APVI meyakini angka tersebut akan kembali naik di tahun ini.
Hal itu dikarenakan harga cukai rokok yang naik di tahun 2023. Juga dipengaruhi akan gaya hidup anak muda.
3. Produk DigitalSekarang adalah era digital. Di mana semua orang banyak mengabiskan aktivitasnya di ranah digital.
Adapun peluang yang bisa dimanfaatkan selain bisnis online, yakni online course dan zoominar yang saat pandemi Covid-19 cukup menjadi tren.
4. DropshipperKenapa dropshipper dikatakan bakal menjadi tren di 2023? Salah satu alasannya karena topik ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama platform video seperti YouTube.
Banyak konten kreator yang mulai membahas perihal menjadi dropshipper, keuntungan, dan potensinya.
Mungkin itu sebuah strategi dari brand owner yang membutuhkan banyak pasukan penjualan terkait produknya.
5. FesyenPasar fesyen juga sangat besar. Nah, Sahabat bisa mengambil bagian pada target pasar yang lebih spesifik.
Salah satunya seperti busana muslim yang sempat menjadi tren beberapa tahun belakangan. Selain itu, ada juga pakaian bayi dan anak, serta yang lainnya.
Menyasar niche market ini menjadikan Sahabat bisa lebih dekat dengan calon konsumen. Namun untuk membuat mereka bisa melakukan transaksi dibutuhkan sebuah strategi pendekatan yang tepat.
Adapun cara yang bisa dilakukan seperti memberikan pelayanan terbaik, menawarkan produk melalui private message, juga dengan menghadirkan konten iklan berkualitas dan potongan harga.
(bal)