LANGIT7.ID, Jakarta - Organisasi keagamaan,
Nahdlatul Ulama (NU) telah mengingjak usia satu abad. Ke depannya diharap mampu menunjukkan eksistensi dan lebih melayani masyarakat.
Ketua Pelaksana Harlah Satu Abad NU,
Yenny Wahid, menyatakan NU harus relevan dengan perkembangan zaman. Rumuskan lagi peranannya supaya tetap dapat melayani masyarakat dan
jamaah.
"NU juga harus memberikan kontribusi positif, baik bagi perkembangan bangsa maupun dunia," kata Yenny dilansir
Antaranews, Senin (16/1/2023).
NU masa depan merupakan organisasi modern berbasis keagamaan. Dengan dasar yang kuat, sehingga mampu memberikan kontribusi positif membangun bangsa Indonesia.
Menurut dia Porseni NU menjadi simbol masyarakat Muslim di Indonesia sudah beranjak keluar dari persoalan sandang, pangan, papan.
"Artinya, sekarang sudah memikirkan tentang aktualisasi diri," ujarnya.
Masyarakat misalnya, tidak ada yang kelaparan, hal ini sudah terbukti. Indonesia secara ekonomi memang per kapita sudah meningkat jauh.
"Pendapatan negara meningkat jauh dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini," katanya.
Dahulu pendapatan Indonesia sekitar 100 miliar dolar AS dan sekarang 1,3 triliun dolar AS. Jadi, secara pendapatan Indonesia sudah masuk kategori negara dengan ekonomi besar atau nomor 16 dunia.
"Biasanya, masyarakatnya ingin punya sarana untuk aktualisasi diri dan olahraga menjadi satu ajang sarana itu," ujar dia.
(bal)