LANGIT.ID, Jakarta - Indonesia mengajak dunia untuk serius melakukan upaya damai dalam menyelesaikan isu
Palestina. Hal ini disampaikan Menlu
Retno Marsudi dalam debat terbuka PBB.
Sekjen
PBB yang diwakili Special Coordinator untuk Palestina, Tor Wennesland, menyampaikan situasi di Palestina masih jauh dari kondusif.
Kekerasan, perusakan properti, dan pengusiran warga
Palestina terus terjadi. Bahkan tahun 2022 menjadi tahun yang paling mematikan dan memakan banyak korban.
Retno menekankan, 2023 ini harus ada perbaikan menyelesaikan isu Palestina. Hal ini pun menjadi tanggung jawab bersama mengakhiri pendudukan Israel.
"Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengakhiri okupasi Israel selamanya," kata Retno dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Kemlu.go.id, Kamis (19/1/2023).
Dalam sesi debat PBB tersebut, dia menekankan tiga hal terkait isu Palestina.
Pertama, Indonesia menyambut disahkannya Resolusi Majelis Umum PBB yang meminta pendapat hukum Mahkamah Internasional (International Court of Justice) terkait dampak legal pendudukan Israel di Palestina.
Berbagai laporan, mekanisme, dan resolusi PBB telah dikeluarkan. Dunia tidak bisa bersikap business as usual. Harus dipastikan adanya tindak lanjut nyata atas hal ini.
Kedua, pentingnya menyusun langkah konkrit untuk mencapai solusi damai. Menlu RI meminta Israel hentikan provokasi, menghormati hukum internasional, dan melanjutkan proses damai untuk capai solusi dua negara, sesuai ketentuan internasional.
Ketiga, masyarakat internasional harus berikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Tahun 2023 diprediksi dunia akan alami resesi.
Lebih dari dua juta rakyat Palestina memerlukan bantuan kemanusiaan. "Demi kemanusiaan kita tidak boleh membiarkan rakyat Palestina menderita dalam diam khususnya di tengah situasi sulit saat ini," ujar Menlu.
(bal)