LANGIT7.ID, Jakarta - Tubuh manusia membutuhkan asupan
gizi seimbang. Karena itulah sajian makanan yang sehat jangan malah diolah jadi konsumsi simpel atau cepat saji.
Pendakwa sekaligus konsultan kesehatan,
dr Zaidul Akbar menjelaskan, mengasup tubuh dengan protein tidak boleh dilakukan sembarangan atau yang bersumber dari makanan cepat saji.
Masyarakat dianjurkan untuk mengasup tubuh dengan
sumber protein sehat dan segar. Di antara sumber protein itu bisa didapatkan dari daging-dagingan, seperti ikan, ayam, sapi, dan lainnya.
"Olahan daging sangat berpengaruh untuk menjaga kesegaran protein. Jadi bukan makan daging ikan dalam bentuk nugget misalnya," kata dia dalam penggalan kajiannya, Ahad (29/1/2023).
Pasalnya ikan segar bila dibandingkan dengan olahan nugget ikan akan berbeda dari segi protein. Di mana nugget ikan mendapatkan penambahan bahan makanan yang terkadang tidak sehat.
"Itu karena nugget ikan diolah dengan tepung, pengawet, dan sebagainya," katanya.
Penggagas Jurus Sehat Rasulullah ini mengingatkan agar masyarakat bisa mengolah daging dengan lebih sehat ketimbang harus menjadikannya sebagai makanan cepat saji.
"Nah jadi mengasup protein itu jangan melalui makanan yang diolah cepat saji seperti nugget atau sosis, dan sebagainya," tegasnya.
Masakan Rumahan Bisa Tingkatkan KebahagiaanPengurus Pusat Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia ini juga menyebutkan, memakan masakan rumahan bisa meningkatkan kebahagiaan.
Artinya selain memberikan kesehatan, makanan yang diolah di rumah juga bisa membawa dampak emosional kepada masyarakat.
"Ternyata penelitian di Taiwan menunjukkan keluarga yang lebih banyak mengonsumsi makanan di rumah atau dibuat sendiri itu angka kebahagiaannya lebih besar daripada keluarga yang makan di luar," ungkapnya.
Selain itu, anak-anak yang diajarkan untuk menyukai makanan rumahan juga akan memiliki kedekatan kepada orang tuanya. Sebab, aktivitas menyuapi anak makan adalah upaya untuk meningkatkan hubungan yang baik dengan anak.
"Saya pun sering menyuapi anak saya dengan tangan. Ini juga menjadi upaya pengenalan kepada anak bahwa orang tuanya memiliki kasih sayang," katanya.
(bal)