LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Rukiyah Syar’iyah, Ustadz Muhammad Faizar menjelaskan, ada sebuah dzikir yang diajarkan Rasulullah saat hati sedang dilanda galau berat. Rasulullah biasa mendawamkan
dzikir ini saat beliau shalallahu alaihi wasalllam sedang merasa gelisah atau sedih karena suatu peristiwa.
Berikut bacaan dzikir saat hati sedang galau berat:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَليمُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ، وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيم Laa Ilaaha Illalloh Al-‘azhiim Al-haliim, Laa Ilaaha Illalloh Robbul ‘Arsyil ‘Azhiim. Laa Ilaaha Illalloh, Robbus Samaawaati Wa Robbul Ardhi Wa Robbul ‘Arsyil Kariim. Artinya:
Tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah yang Maha Agung dan Maha Santun. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai ‘arsy, yang Maha Agung. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah – (Dia) Rabb yang menguasai langit, (Dia) Rabb yang menguasai bumi, dan (Dia) Rabb yang menguasai ‘arsy, lagi Mahamulia. Doa tersebut terdapat dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ustadz Faizar mengatakan, bacalah
dzikir Laa Ilaaha Illalloh Al-‘azhiim Al-haliim sebanyak-banyaknya ketika hati sedang dalam kondisi gundah gulana.
“Semoga Allah mengangkat keluh kesah kita semuanya,” katanya dalam sebuah video singkat di Instagramnya dikutip Ahad (29/1/2023).
Baca juga: Relaksasi dan Hadirkan Kalimat Dzikir Kunci Atasi Kebuntuan IdeUstadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam website-nya, Rumaysho.com menguraikan lima keutamaan dzikir Laa Ilaaha Illalloh Al-‘azhiim Al-haliim.
Pertama, dalam hadits, kegalauan yang berat disebut sebagai Al-karb, yakni suatu perkara yang memberatkan manusia dan memenuhi dadanya sehingga membuatnya marah dan gelisah. Disunnahkan berdoa dengan bacaan ini ketika mendapati ujian berat.
Ketiga, obat dari ujian berat adalah mentauhidkan Allah dan bermunajat kepada Allah dengan menyebut nama dan sifat-Nya. Dalam doa ini disebut Al-‘Azhim (Allah itu Maha Agung), berarti tidak ada sesuatu pun yang lebih agung dari Allah.
Baca juga: Dahsyatnya Kekuatan Tasbih untuk HealingKata Ustadz Abduh Tuasikal, Al-Halim menunjukkan Allah itu memiliki ilmu, sehingga tidak mungkin orang jahil (bodoh) itu memiliki hilm (kesantunan) dan karom (kemuliaan).
(sof)