LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden
Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terjadi kenaikan harga beras di seluruh provinsi Indonesia. Pemerintah melalui Bulog langsung melakukan operasi pasar sehingga harga beras kembali stabil.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPR RI,
Firman Soebagyo menilai operasi pasar yang dilakukan Bulog tidak efektif menurunkan harga beras. Hal itu dikarenakan pendistribusiannya dilakukan di pasar-pasar dan tidak langsung menyentuh masyarakat.
"Kembali lagi saya pertanyakan, mekanisme distribusi operasi pasar seperti apa? Tata kelolanya yang penting. Kalau operasi pasar itu di drop di pasar-pasar induk atau pasar umum ya sama saja, bisa saja diborong oleh pedagang habis diborong terus diumpetin lagi, ini kan saling memanfaatkan," kata Firman dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/2/2023).
Baca Juga: PDIP Optimistis Indonesia Bisa Capai Kedaulatan Pangan Tanpa ImporMenurut Firman, operasi pasar merupakan sesuatu yang sangat baik meski tidak semuanya baik pula. Dia menilai operasi pasar ibarat pemadam kebakaran '
one shot' hilang kemudian muncul kembali
"Ini tidak menyelesaikan masalah, apalagi mendropkannya di pasar-pasar. Kalau mengedrop-kan bisa diserahkan langsung kepada warga miskin yang memang tidak mampu itu. Ada alamatnya serahkan kepada pemerintah desa-desa siapa yang berhak untuk memanfaatkan beras-beras itu," ujar Firman.
Politikus Partai Golkar itu menuturkan,
kenaikan harga beras dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya harus diatasi secara menyeluruh. Pemerintah dirasa tidak cukup jika hanya memperbaiki tata niaga dan distribusi pangan saja.
"Tapi juga mendorong produksi pangan melalui subsidi pupuk murah, penggunaan konversi lahan pertanian dan mendukung eksistensi atau regenerasi petani," tambah Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng III tersebut.
Baca Juga:
Mentan-Mendag Beda Data Stok Beras, DPR: Sejak 2009 Tak Pernah Sinkron
KSP Moeldoko Klaim Impor Beras Tak Rugikan Petani(gar)