Firman meminta semua pihak hendaknya mencermati kembali seperti apa kondisi saat ini. Dia khawatir jika kegiatan bukber dipaksakan, maka dapat memunculkan kemungkinan kasus maupun virus lainnya.
Firman Soebagyo menilai operasi pasar yang dilakukan Bulog tidak efektif menurunkan harga beras. Hal itu dikarenakan pendistribusiannya dilakukan di pasar-pasar dan tidak langsung menyentuh masyarakat.
Firman meminta Pemerintah dalam hal ini Mendag agar tidak sembrono membuat kebijakan subsidi. Terlebih, pemberian subsidi langsung kepada importir kedelai akan menyakiti hati masyarakat, kususnya petani kedelai.
Desakan itu muncul setelah Polisi bersama Bea Cukai membongkar industri rumahan pembuatan cairan vape liquid berisi narkoba jenis sabu di sebuah rumah di kawasan Jakarta Barat, Sabtu (14/1) lalu.
Firman selalu mengingatkan kepada pemerintah, bahwa kebutuhan pokok merupakan suatu yang fundamental. Sehingga tidak boleh terjadi kelangkaan dan tidak boleh terjadi kekurangan karena pangan sebagaimana amanat konstitusi.
Banyak yang mengira bahwa vape lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. Padahal, hasil penelitian kesehatan menyimpulkan di dalam liquid vape terdapat bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh.
Selama ini selalu ada grey area (abu-abu) data antara Kementan dan Kemendag. Sehingga hal tersebut mudah dipermainkan siapa pun yang memiliki kepentingan.
Menurut Firman, pemerintah memiliki data stok nasional, terutama di Kementerian Pertanian (Kementan). Kemudian tiga sumbu stok lainnya di Bulog, pasar, dan masyarakat.
Mendag Lutfi memastikan ada tiga tersangka penimbun atau mafia minyak goreng. Namun, hingga kini Mendag belum mengumumkan satu nama pun tersangka mafia migor ke hadapan publik.