LANGIT7.ID, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
Moeldoko mengatakan kebijakan impor beras untuk memperkuat cadangan beras nasional. Pengadaan beras komersial di luar negeri tersebut tidak akan mengganggu produksi beras petani.
Menurut Moeldoko,
beras impor tersebut digunakan dalam kondisi tertentu. Seperti penanggulangan bencana, intervensi harga jika diperlukan, dan beberapa kegiatan pemerintah lainnya.
"Penggunaannya akan diawasi secara ketat, untuk memastikan tidak masuk ke pasar. Dan kita pastikan betul beras komersial ini tidak akan mengganggu beras dalam negeri produksi petani," kata Moeldoko dalam keterangannya, Sabtu (17/12/2022).
Baca Juga: Bulog Terima 10.000 ton Beras Impor dari VietnamPemerintah telah menyiapkan 500.000 ton beras komersial di luar negeri yang sewaktu-waktu dapat dibawa ke Indonesia. Beras tersebut merupakan persediaan akhir 2022 hingga menunggu panen raya Februari-Maret 2023.
Saat ini, sudah hadir 10.000 ton beras
impor di Pelabuhan Tanjung Priok sejak (16/12). Tujuannya agar Bulog dapat menyerap hasil panen petani untuk mengisi ulang kembali stoknya sampai dengan 1,2 juta ton.
"Ini diperlukan dalam rangka menjaga
floor price di tingkat petani, dan berikutnya dikeluarkan pada saat produksi berkurang di akhir tahun," ujar Moeldoko.
Moeldoko juga mengungkapkan bahwa posisi stok beras
Bulog saat ini kurang dari 500.000 ton. Sementara itu, sisanya berada di rumah tangga, pedagang, dan penggilingan padi.
Baca Juga: PKS Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras, Utamakan Serap Gabah PetaniMeski cadangan beras terbilang tersedia, pemerintah tetap ingin menjamin dan memastikan ketersediaan beras di masyarakat benar-benar aman. Atas hal itu, pemerintah memutuskan untuk melakukan pengadaan beras komersial di luar negeri sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi.
Selain itu, Moeldoko juga membantah anggapan pemenuhan cadangan beras melalui pengadaan beras komersial di luar negeri menunjukkan produksi beras tidak mencukupi. Moeldoko mengklaim hasil produksi beras nasional masih terbilang surplus.
Produksi beras nasional Januari-Desember 2022 diproyeksikan sebesar 31,90 juta ton. Sementara kebutuhan beras nasional tahun 2022 sekitar 30,2 juta ton.
"Ini diproyeksikan mengalami surplus beras sekitar 1,7 juta ton. Produksi beras nasional dalam kondisi baik, yang mau kita jaga adalah stok beras di Bulog," tutur Moeldoko
Sebagai informasi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sudah mengeluarkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton kepada Perum Bulog untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah menipis jelang akhir 2022.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Impor Beras, DPR: Kedepankan Data dan Stok Nasional(gar)