LANGIT7.ID - , - Menurut sebuah penelitian, orang yang percaya dengan zodiak atau ramalan bintang cenderung kurang cerdas dan lebih narsis. Mereka percaya bahwa bintang-bintang menentukan unggul tidaknya
nasib seseorang.
Dilansir Psychology Today, tak ada jawaban yang jelas mengapa orang-orang
percaya ramalan bintang. Secara umum, orang tertarik pada zodiak karena stres, kebingungan, dan ketidakpastian.
Baca juga: Niat Baca Zodiak Cuma Iseng, Tetap Dianggap Berdosa?Misalnya, selama masa pergolakan sosial dan politik atau krisis pribadi, mereka mempercayai zodiak sebagai jawaban atas rumitnya kehidupan.
Faktor lainnya adalah tingkat kepercayaan terhadap zodiak karena usia, jenis kelamin, pendidikan, spiritualitas, gaya berpikir, sikap, kepribadian, dan kemampuan kognitif.
Semua faktor tersebut menjadi bahan analisis Andersson dan rekan-rekan dari Swedia. Para peneliti di Lund University itu menganalisis 264 tanggapan dari kuesioner online.
Hasil penelitian yang terbit di jurnal Personality and Individual Differences pada Maret 2022 itu menemukan bahwa semakin tinggi tingkat narsisme, "semakin tinggi kepercayaan pada astrologi."
Baca juga: Hukum Percaya Zodiak Haram, Hati-Hati Dianggap SyirikMereka juga menemukan bahwa orang-orang dengan kecerdasan yang lebih rendah biasanya lebih banyak mengonsumsi ide-ide astrologi.
“Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana perbedaan individu berhubungan dengan kepercayaan pada astrologi. Hasil utama menunjukkan bahwa semakin tinggi narsisme, mungkin mengejutkan, semakin tinggi kepercayaan pada astrologi,” dikutip dari penelitian itu, Selasa (7/2/2023).
Peneliti menyebutkan, aspek budaya milenial dapat menekankan keunikan individu yang mungkin mengarah pada pandangan dunia yang lebih egosentris. Dengan demikian, ini juga bisa memperkuat hubungannya dengan munculnya sifat narsistik.
Lebih lanjut, karena prediksi astrologi dan horoskop cenderung dibingkai secara positif, ini memperkuat perasaan muluk seseorang, dan lebih menarik bagi seorang narsistik. Sifat narsistik ternyata berkorelasi dengan keyakinan bahwa ramalan bintang didukung oleh sains.
Baca juga: Jahiliyah Era Modern, Suka Narsis dan Gemar Menindas yang LemahTemuan menarik lainnya adalah bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan, semakin rendah kepercayaan pada ramalan bintang. Orang yang setuju cenderung melaporkan lebih percaya pada astrologi.
“Melihat bagaimana sebagian besar prediktor kepribadian berukuran kecil, ini menyisakan ruang bagi banyak variabel lain yang mempengaruhi kepercayaan pada astrologi. Secara spekulatif, prediktor tambahan dapat berupa efek kohort, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lainnya,” tulis penelitian.
Namun, penelitian ini memiliki batasan terkait bias keinginan sosial dan bias metode umum. Keterbatasan lain adalah bahwa peneliti tidak memiliki kendali atas siapa yang berpartisipasi dalam penelitian ini, sehingga potensi bias seleksi sangat besar.
Dalam nada yang sama, peneliti tidak tahu seberapa banyak peserta yang paham tentang astrologi. Juga, karena sebagian besar adalah wanita muda yang direkrut melalui media sosial, sampel tidak dapat digeneralisasi untuk populasi yang lebih luas.
(est)